OJK Restui Mega Merger 4 Bank! UMKM Priangan Timur Siap Melesat?

OJK Restui Mega Merger 4 Bank! UMKM Priangan Timur Siap Melesat?

Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan lampu hijau bagi penggabungan empat Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di kawasan Priangan Timur. Langkah konsolidasi strategis ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan daya saing industri BPR, dengan PT BPR Nusamba Tanjungsari sebagai entitas penerima peleburan. Keputusan ini diharapkan mampu mendorong penyaluran kredit, khususnya bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

COLLABMEDIANET

Persetujuan resmi OJK tertuang dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-15/D.03/2026, yang efektif berlaku sejak 20 Februari 2026. Empat BPR yang kini resmi melebur ke dalam PT BPR Nusamba Tanjungsari adalah PT BPR Nusamba Sukaraja, PT BPR Nusamba Plered, PT BPR Nusamba Singaparna, dan PT BPR Mitra Harmoni Indramayu.

OJK Restui Mega Merger 4 Bank! UMKM Priangan Timur Siap Melesat?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menjelaskan bahwa seluruh tahapan proses penggabungan telah melalui evaluasi ketat sesuai regulasi yang berlaku. Penilaian mencakup berbagai aspek krusial seperti permodalan, tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen. "Konsolidasi ini diharapkan melahirkan entitas BPR yang lebih kokoh, sehat, dan mampu menyajikan produk serta layanan inovatif, guna mempertebal kepercayaan masyarakat," ujar Nofa dalam seremoni penyerahan Surat Keputusan di Kantor OJK Tasikmalaya, Kamis (26/2/2026), seperti dilansir Haluannews.id.

Dengan berlakunya penggabungan ini, seluruh hak dan kewajiban dari masing-masing BPR yang melebur secara otomatis beralih kepada PT BPR Nusamba Tanjungsari. OJK memastikan bahwa para nasabah tidak perlu khawatir, sebab mereka tetap dapat menjalankan transaksi perbankan dan memperoleh layanan seperti biasa, tanpa ada perubahan substansial terhadap hak dan kewajiban mereka.

OJK secara tegas menyatakan bahwa langkah konsolidasi ini merupakan bagian integral dari strategi besar untuk memperkuat industri BPR. Tujuannya adalah menciptakan industri yang lebih efisien, berdaya saing tinggi, dan memiliki ketahanan yang lebih baik dalam mendukung pembiayaan sektor riil, khususnya UMKM yang merupakan penopang utama perekonomian nasional.

Data kinerja BPR dan BPR Syariah di wilayah Priangan Timur sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan. Total aset tercatat mengalami peningkatan sebesar 3,81% secara tahunan (yoy), mencapai Rp 3,56 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh positif 2,71% (yoy) menjadi Rp 2,51 triliun, dan penyaluran kredit melonjak 5,62% (yoy) hingga menyentuh angka Rp 2,81 triliun. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) juga berhasil dijaga pada level yang terkendali, mengindikasikan kesehatan finansial yang baik.

Ke depan, OJK berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kelembagaan BPR melalui berbagai inisiatif konsolidasi dan transformasi. Harapannya adalah menciptakan industri BPR yang semakin berdaya tahan, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi optimal bagi kemajuan perekonomian daerah dan nasional.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar