OJK Beberkan! Keuangan Syariah RI Kebal Krisis, Aset Melejit Rp3.100 T!

OJK Beberkan! Keuangan Syariah RI Kebal Krisis, Aset Melejit Rp3.100 T!

Haluannews Ekonomi – Industri keuangan syariah Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah gejolak ekonomi global yang masih membayangi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, sektor ini berhasil mencatatkan pertumbuhan aset yang impresif, membuktikan resiliensinya terhadap dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa per Desember 2025, total aset industri keuangan syariah telah melonjak 8,61% secara tahunan (yoy), mencapai angka Rp3.100 triliun.

COLLABMEDIANET

"Kinerja sektor jasa keuangan syariah kami saksikan mengalami pertumbuhan yang stabil, bahkan di tengah isu dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang penuh tantangan," ujar wanita yang akrab disapa Kiki tersebut dalam acara Penutupan Gebyar Ramadan di Jakarta, Kamis (2/4/2026), seperti dilansir Haluannews.id.

OJK Beberkan! Keuangan Syariah RI Kebal Krisis, Aset Melejit Rp3.100 T!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kiki menjelaskan, salah satu pendorong utama pertumbuhan sektor ini adalah faktor demografi Indonesia yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia. Keunggulan ini menempatkan Indonesia pada posisi ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator untuk sektor halal, dan peringkat keenam secara global dalam aspek keuangan syariah, yang mencakup asuransi syariah, sukuk, serta dana sosial.

Secara lebih rinci, data per Desember 2025 menunjukkan bahwa total aset keuangan syariah mencapai Rp1.067 triliun. Sementara itu, pasar modal syariah berkontribusi sebesar Rp1.800 triliun, dan industri keuangan non-bank syariah menyumbang Rp188 triliun. Angka-angka ini, menurut Kiki, menjadi bukti nyata stabilitas dan ketangguhan sektor jasa keuangan syariah di Tanah Air.

Peningkatan industri keuangan syariah juga tercermin dari beberapa indikator positif lainnya. Intermediasi keuangan syariah tumbuh solid, dengan pembiayaan yang meningkat 9,58% yoy menjadi Rp755 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan syariah juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 10,14% yoy. Di pasar modal, kapitalisasi pasar syariah mencapai Rp8.900 triliun, melonjak 31,4% yoy, sementara nilai aset yang dikelola (AUM) syariah terus menunjukkan tren peningkatan.

Meskipun telah mencatatkan kinerja cemerlang, Kiki menegaskan bahwa potensi industri keuangan syariah masih sangat besar dan belum sepenuhnya tergali. Peluang ini didukung oleh potensi demografis, sosial, dan ekonomi masyarakat Indonesia. "Basis populasi muslim sebesar 244,7 juta orang adalah potensi yang luar biasa," imbuhnya. Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai dan gaya hidup syariah turut memicu minat yang lebih tinggi terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar