Nikel RI Dipangkas 30%! Harga Meroket Atau Smelter Tercekik?

Nikel RI Dipangkas 30%! Harga Meroket Atau Smelter Tercekik?

Haluannews Ekonomi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah strategis yang berpotensi mengguncang pasar komoditas. Dalam upaya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan serta menstabilkan harga, pemerintah memutuskan untuk memangkas drastis kuota produksi nikel dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.

COLLABMEDIANET

Pemangkasan ini cukup signifikan, khususnya untuk nikel. Kuota produksi nikel dalam RKAB 2026 diproyeksikan hanya berkisar antara 250-270 juta ton. Angka ini jauh di bawah total produksi tahun 2025 yang mencapai 379 juta ton, menandai penurunan sekitar 30%. Tak hanya nikel, produksi batu bara juga mengalami penyesuaian, turun menjadi 600 juta ton dari target 790 juta ton di tahun yang sama.

Nikel RI Dipangkas 30%! Harga Meroket Atau Smelter Tercekik?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Langkah pemangkasan kuota nikel sebesar 30% ini, menurut Muchtazar, Head of Sustainability Nickel Industries Limited, adalah upaya yang ditujukan untuk mendongkrak harga nikel global yang belakangan ini lesu. Dengan pasokan yang lebih terbatas, diharapkan harga komoditas strategis ini bisa kembali bergairah di pasar internasional.

Namun, kebijakan ini tidak serta-merta disambut dengan optimisme penuh oleh pelaku industri. Muchtazar sendiri menggarisbawahi bahwa penguatan harga akibat kebijakan RKAB ini kemungkinan hanya bersifat jangka pendek. Ia menekankan pentingnya pengkajian ulang kebijakan ini untuk memastikan keberlangsungan industri nikel nasional dalam jangka panjang.

Para penambang dan pengusaha smelter menyuarakan kekhawatiran serius. Mereka berharap pemerintah tidak mengabaikan dampak kebijakan ini terhadap rantai pasok bijih nikel. Ketersediaan pasokan bijih nikel yang stabil adalah krusial bagi operasional pabrik smelter, sebuah janji yang mereka pegang teguh sejak awal investasi. Ada kekhawatiran bahwa gangguan pasokan bisa memicu peningkatan impor bijih nikel, yang pada gilirannya akan menekan profitabilitas industri nikel di Indonesia.

Pertanyaan besar kini menggantung: apakah pemangkasan RKAB 2026 ini akan benar-benar menjadi solusi jangka panjang untuk harga nikel, atau justru menciptakan dilema baru bagi industri yang sedang berkembang pesat ini? Dialog mendalam mengenai dampak kebijakan ini telah dibahas dalam Closing Bell Haluannews.id, Jumat (13/02/2026), bersama Muchtazar.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar