Haluannews Ekonomi – Pemerintah, melalui otoritas bursa, tengah menggagas reformasi komprehensif di pasar modal Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons strategis terhadap keputusan Indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang menunda penyesuaian ulang (rebalancing) indeks saham Indonesia hingga Mei 2026.

Related Post
Reformasi tersebut mencakup akselerasi demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) serta peningkatan batas free float saham menjadi 15%. Menurut Tauhid Ahmad, Ekonom Senior INDEF, inisiatif ini merupakan strategi vital untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan transparansi di pasar saham Tanah Air.

Tauhid Ahmad lebih lanjut menjelaskan bahwa perbaikan tata kelola BEI melalui proses demutualisasi memiliki potensi besar untuk memulihkan dan meningkatkan kepercayaan investor. Khususnya, ia menyoroti daya tarik yang akan kembali muncul bagi investor asing untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Urgensi demutualisasi BEI bagi keberlanjutan dan pertumbuhan pasar modal Indonesia menjadi sorotan utama. Pembahasan mendalam mengenai hal ini dapat disimak dalam dialog eksklusif Andi Shalini dengan Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad, di program Squawk Box, Haluannews.id, pada Jumat (06/02/2026).
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar