Haluannews Ekonomi – Jakarta – Pasar modal dikejutkan oleh lonjakan signifikan saham Toto Ltd., produsen perlengkapan kamar mandi terkemuka asal Jepang. Tercatat di bursa Tokyo, nilai saham perusahaan ini melesat lebih dari 40% sepanjang tahun ini, menarik perhatian investor. Fenomena ini dipicu oleh narasi keterlibatan Toto dalam sektor kecerdasan buatan (AI), meskipun ironisnya, teknologi AI tersebut sama sekali tidak terkait dengan produk toiletnya yang ikonik. Demikian laporan dari Haluannews.id.

Related Post
Ternyata, inti dari kegemilangan saham Toto terletak pada segmen bisnisnya yang kurang terekspos, yaitu produksi keramik canggih untuk industri peralatan semikonduktor. Segmen ini, yang dinilai sangat prospektif, menjadi sorotan utama dan diusulkan untuk mendapatkan fokus investasi lebih lanjut oleh salah satu pemegang saham signifikan perusahaan.

Palliser Capital, firma investasi yang berbasis di London dan termasuk dalam 20 pemegang saham terbesar Toto, baru-baru ini merilis laporan komprehensif. Laporan tersebut menguraikan strategi bagi Toto untuk mengoptimalkan nilai bagi para investornya, terutama melalui peningkatan investasi yang substansial pada unit bisnis keramiknya.
Bertajuk ‘Memaksimalkan Nilai TOTO – Penerima Manfaat AI Memori yang Paling Diremehkan dan Diabaikan’, laporan Palliser secara gamblang memaparkan potensi Toto untuk bertransformasi. Dari sekadar ‘keunggulan sanitasi’, perusahaan ini didorong untuk menjadi ‘inovator material semikonduktor’ terkemuka.
Analisis Palliser menyoroti produksi electrostatic chucks oleh Toto, komponen keramik vital yang esensial bagi perusahaan peralatan chip dalam proses etsa wafer semikonduktor. Bisnis ini terbukti sangat menguntungkan, mencatatkan margin laba operasi impresif sebesar 40,6% dan pengembalian aset 34,2%. Angka-angka ini secara signifikan melampaui kinerja kompetitor sejenis seperti Shinko, NGK, Sumitomo Osaka, dan Niterra.
Meski demikian, Palliser mengklaim bahwa valuasi saham Toto masih undervalued sekitar 55%. Mereka merekomendasikan perusahaan untuk meningkatkan transparansi terkait nilai dan prospek bisnis keramiknya, mengalokasikan investasi lebih besar ke unit tersebut mengingat potensi pertumbuhannya yang superior, serta mengoptimalkan efisiensi modal melalui divestasi kepemilikan saham Toto di entitas lain.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Toto belum memberikan tanggapan resmi terkait proposal dari Palliser. Namun, terlepas dari lonjakan harga saham yang telah terjadi tahun ini, Palliser tetap optimistis bahwa masih ada ruang kenaikan yang substansial.
Saat ini, saham Toto diperdagangkan di kisaran 6.200 yen (sekitar US$40), setelah melesat dari level 5.500 yen (sekitar US$35,50) pasca publikasi laporan Palliser.
Menurut proyeksi Palliser, jika Toto mengimplementasikan strategi yang disarankan, harga sahamnya berpotensi menyentuh 8.800 yen (sekitar US$56,85). Angka ini merepresentasikan kenaikan lebih dari 55% dari harga saham sebelum proposal Palliser diajukan.
Kendati demikian, sentimen di kalangan analis pasar cenderung lebih hati-hati. Dari tujuh analis yang secara aktif memantau kinerja Toto, hanya tiga yang memberikan rekomendasi ‘Beli’.
Tiga analis lainnya menyarankan ‘Tahan’ (Hold), sementara satu analis bahkan merekomendasikan ‘Jual’ (Sell). Target harga rata-rata yang ditetapkan oleh para analis berada sedikit di bawah 4.800 yen (sekitar US$31), yang berarti lebih dari 20% di bawah harga perdagangan saat ini.
Dengan demikian, meskipun Palliser melihat saham Toto sebagai ‘barang murah’ pada level saat ini, investor disarankan untuk mempertimbangkan pandangan mayoritas pakar lain yang mengindikasikan risiko kerugian jika berinvestasi pada saham ini.
Sebagai informasi tambahan, Toto Ltd. juga memiliki jejak bisnis di Indonesia melalui PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO), sebuah perusahaan hasil joint venture dengan CV Surya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar