Haluannews Ekonomi – Yvon Chouinard, pendiri Patagonia, mengambil keputusan mengejutkan. Miliarder yang pernah masuk daftar orang terkaya versi Forbes ini, melepas seluruh kepemilikan saham perusahaannya. Bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi menyelamatkan planet bumi. Langkah ini diambil pada tahun 2022 lalu.

Related Post
Sebelum melepaskan kendali Patagonia, Forbes memperkirakan kekayaan Chouinard mencapai US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 19,52 triliun (kurs saat itu). Kini, ia bukan lagi seorang miliarder. Haluannews.id melansir The Guardian, Patagonia menyatakan bahwa kini "Bumi adalah satu-satunya pemegang saham kami". Seluruh keuntungan perusahaan, tanpa batas waktu, akan digunakan untuk misi penyelamatan lingkungan.

Bersama keluarga, Chouinard membentuk struktur hukum baru. Patagonia tetap beroperasi sebagai perusahaan profit, namun seluruh keuntungannya disalurkan untuk kepentingan lingkungan. 2% saham dan hak pengambilan keputusan diberikan kepada sebuah trust untuk menjaga misi perusahaan. Sementara 98% saham lainnya dialihkan ke organisasi nirlaba bernama Holdfast Collective. Organisasi ini akan menyalurkan dana untuk melawan krisis iklim dan melindungi keanekaragaman hayati.
Keuntungan Patagonia setelah reinvestasi setiap tahunnya akan diberikan kepada Holdfast Collective. Struktur ini mencegah penjualan perusahaan atau IPO yang dapat menggeser nilai-nilai dasarnya. "Alih-alih ‘go public’, bisa dibilang kami ‘go purpose’," ujar Chouinard. Ia menekankan bahwa kekayaan perusahaan akan digunakan untuk melindungi alam, sumber kekayaan sejati.
Charles Conn, Ketua Dewan Patagonia, menulis di Fortune bahwa langkah ini membalik paradigma kapitalisme pemegang saham. Patagonia membuktikan bahwa tujuan perusahaan tak melulu mengejar profit. Sejak berdiri hampir 50 tahun lalu, Patagonia dikenal sebagai pelopor aktivisme lingkungan dan kesejahteraan karyawan. Mereka bahkan mendonasikan 1% dari penjualannya untuk kelompok lingkungan sejak dekade 1980-an, dan kini telah terkumpul US$ 140 juta.
Patagonia juga meraih sertifikasi B-Corp, memenuhi standar sosial dan lingkungan. Misi resminya pun diubah menjadi: "Kami berbisnis untuk menyelamatkan planet rumah kita." Chouinard, yang dulunya hidup sederhana, bahkan mengaku kesal masuk daftar miliarder Forbes karena tak merasa hidup mewah. Keluarga Chouinard kini dianggap sebagai contoh filantropi modern, berbeda dari mayoritas miliarder yang hanya menyumbangkan sebagian kecil kekayaannya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar