Mengejutkan! XLSmart (EXCL) Rugi Rp4,42 T, Ini Biang Keroknya

Mengejutkan! XLSmart (EXCL) Rugi Rp4,42 T, Ini Biang Keroknya

Haluannews Ekonomi – Perusahaan telekomunikasi raksasa, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL), mengumumkan kinerja keuangan yang mengejutkan pada tahun 2025. Setelah sempat membukukan laba signifikan di tahun sebelumnya, EXCL kini harus menelan pil pahit dengan mencatatkan kerugian bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,42 triliun. Angka ini berbanding terbalik drastis dari laba Rp1,81 triliun yang berhasil diraih pada tahun 2024.

COLLABMEDIANET

Ironisnya, kerugian ini terjadi di tengah lonjakan pendapatan perseroan yang cukup impresif. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang tahun 2025, EXCL berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp42,4 triliun. Capaian ini meningkat 23,41% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp34,39 triliun. Kenaikan pendapatan ini seharusnya menjadi sinyal positif, namun realitas keuangan EXCL berkata lain.

Mengejutkan! XLSmart (EXCL) Rugi Rp4,42 T, Ini Biang Keroknya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penyebab utama tergerusnya laba EXCL, bahkan hingga berbalik rugi, adalah lonjakan signifikan pada berbagai pos beban usaha. Beban penyusutan, misalnya, melonjak tajam menjadi Rp17,58 triliun dari Rp12,07 triliun pada tahun sebelumnya. Demikian pula dengan beban infrastruktur yang membengkak menjadi Rp12,3 triliun, naik dari Rp8,9 triliun. Selain itu, beban interkoneksi dan beban langsung lainnya ikut naik menjadi Rp4,9 triliun dari Rp3,2 triliun.

Tak ketinggalan, beban gaji dan kesejahteraan karyawan juga meroket, mencapai Rp4,2 triliun dari Rp1,7 triliun di tahun 2024. Sementara itu, beban penjualan dan pemasaran menunjukkan kenaikan tipis menjadi Rp2,2 triliun, dan beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp841,99 miliar dari Rp454,99 miliar.

Akumulasi kenaikan beban-beban tersebut membuat perseroan mencatat rugi usaha sebesar Rp1,13 triliun pada 2025, sebuah kontras tajam dari laba usaha Rp5,75 triliun yang dicatatkan pada tahun 2024.

Dari sisi non-operasional, biaya keuangan juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp4,02 triliun dari Rp3,11 triliun. Meskipun ada sedikit penghasilan keuangan sebesar Rp97,86 miliar, hal itu tidak cukup menahan laju kerugian, sehingga EXCL membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp5,26 triliun pada 2025. Angka ini berbanding terbalik dengan laba sebelum pajak Rp2,42 triliun di tahun sebelumnya.

Meski perseroan berhasil membukukan manfaat pajak penghasilan sebesar Rp848,6 miliar pada 2025 (berbeda dengan beban pajak Rp579,5 miliar di 2024), hal ini belum mampu menyelamatkan EXCL dari jurang kerugian. Rugi tahun berjalan tetap tercatat Rp4,41 triliun, jauh dari laba Rp1,84 triliun pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, total rugi komprehensif tahun berjalan pada 2025 mencapai Rp4,42 triliun, sedangkan pada 2024 perseroan masih mencatat total laba komprehensif Rp1,85 triliun.

Di tengah gejolak kinerja keuangan ini, total aset EXCL justru menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang tahun 2025, total aset perseroan mencapai Rp115,3 triliun, meningkat dari Rp86,1 triliun pada tahun 2024. Peningkatan aset ini mungkin mengindikasikan investasi besar yang dilakukan perusahaan, yang sayangnya belum membuahkan hasil positif dalam jangka pendek.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar