Mega Proyek PT PAL: 20+ Kapal Siap Meluncur, Ekonomi Maritim RI Melesat!

Mega Proyek PT PAL: 20+ Kapal Siap Meluncur, Ekonomi Maritim RI Melesat!

Haluannews Ekonomi – PT PAL Indonesia (Persero) bersiap menghadapi lonjakan pesanan signifikan tahun ini, dengan target menggarap lebih dari 20 unit kapal. Proyek ambisius ini tidak hanya menunjukkan kapasitas produksi BUMN pertahanan tersebut, tetapi juga menjadi katalis penggerak ekosistem industri maritim nasional, menjanjikan geliat ekonomi yang substansial.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengungkapkan bahwa puluhan kapal tersebut merupakan pesanan dari berbagai perusahaan pelat merah. "Tahun ini kami akan menangani kontrak lebih dari 20 kapal, dan proyek ini akan kami distribusikan ke galangan-galangan kapal yang telah memenuhi komitmen serta syarat untuk membangun kapal dengan berbagai ukuran," jelas Djenod saat ditemui Haluannews.id di Hotel Movenpick Jakarta, Jumat malam.

Mega Proyek PT PAL: 20+ Kapal Siap Meluncur, Ekonomi Maritim RI Melesat!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Langkah strategis ini, lanjut Djenod, secara langsung akan melibatkan industri komponen pendukung di dalam negeri. Salah satu pemain kunci yang akan digandeng adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), produsen baja nasional, untuk memastikan ketersediaan material berkualitas tinggi yang memenuhi standar perkapalan.

Pihak PT PAL telah melakukan konsolidasi awal dengan sekitar 100 perusahaan industri pendukung dalam upaya memaksimalkan potensi ekosistem maritim. Tujuannya jelas: mengoptimalkan seluruh kebutuhan kapal dan maritim Indonesia agar mampu dikerjakan secara mandiri oleh galangan kapal dan industri komponen dalam negeri. Djenod menegaskan, inisiatif ini bukan untuk memonopoli pasar, melainkan penugasan pemerintah guna membangun kualitas seluruh industri maritim dan ekosistemnya secara kolektif.

"Bersama-sama, kami berupaya mengumpulkan nilai dan skala keekonomian untuk membangun industri-industri pendukung yang selama ini belum kita miliki," papar Djenod. Ia optimis, dalam kurun waktu 1 hingga 3 tahun ke depan, Indonesia sudah mampu memenuhi lebih dari 50-60% kebutuhan industri pendukung maritim secara mandiri, mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat rantai pasok domestik.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama KRAS, Akbar Djohan, menyatakan komitmennya. "Kami sebagai produsen plat baja nasional siap merealisasikan dukungan produk terbaik yang memenuhi spesifikasi perkapalan nasional," ujar Djohan. Ia menambahkan, dukungan ini krusial agar output industri maritim dapat terwujud, menjadikan Indonesia negara berdaulat dan poros maritim dunia yang disegani.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar