Haluannews Ekonomi – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) secara terbuka memancarkan ambisi besarnya untuk naik kelas ke jajaran bank Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) IV dalam beberapa tahun ke depan. Direktur Utama Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menegaskan komitmen bank papan tengah ini untuk terus bertumbuh dan memperbesar skala operasionalnya.

Related Post
Steffano menjelaskan bahwa upaya pertumbuhan adalah inti dari strategi Maybank Indonesia. "Jika ada peluang untuk naik ke kategori bank buku IV, mengapa tidak kita manfaatkan? Namun, semua harus melalui proses perencanaan yang matang," ujar Steffano dalam sebuah kesempatan di Function Hall, Gedung Sentral Senayan 3, Senin (30/3/2026). Ia menekankan bahwa tanpa perencanaan yang solid, kenaikan kelas bisa menjadi sia-sia, tidak peduli seberapa besar modal yang dimiliki.

Peluang untuk menjadi "bank raksasa" ini, lanjut Steffano, selalu terbuka bagi bank yang merupakan bagian dari Maybank Group asal Malaysia tersebut. Namun, ia kembali menggarisbawahi urgensi perencanaan pertumbuhan yang komprehensif. "Itu yang sedang kita garap saat ini," tambahnya. Mengenai target waktu, Steffano memastikan bukan dalam tahun ini, mengingat kondisi pasar yang masih menantang. Namun, ia melihat potensi besar bagi Maybank Indonesia untuk naik pangkat dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
Ambisi Maybank Indonesia ini sejalan dengan visi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang secara aktif mendorong penambahan jumlah bank di kategori KBMI IV. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, sebelumnya memperkirakan bahwa dua hingga tiga bank berpotensi besar untuk naik kelas menjadi bank besar pada tahun ini.
Menurut Dian, beberapa bank sudah mengajukan permohonan kenaikan kelas, dengan posisi permodalan yang kian mendekati batas syarat untuk masuk kategori bank dengan modal inti di atas Rp70 triliun. Saat ini, hanya ada empat bank yang menyandang status KBMI IV di Indonesia: tiga bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), serta satu bank swasta, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).
Data menunjukkan, hingga Desember 2025, modal inti Maybank Indonesia tercatat sebesar Rp30,88 triliun. Angka ini masih membutuhkan peningkatan signifikan untuk mencapai ambang batas KBMI IV. Namun, dengan perencanaan strategis yang matang dan komitmen kuat, perjalanan Maybank Indonesia menuju jajaran bank papan atas patut dinantikan perkembangannya.
Editor: Rohman








Tinggalkan komentar