Lonjakan Ekonomi Dorong BI Tambah Paket Tukar Uang Lebaran 2026!

Lonjakan Ekonomi Dorong BI Tambah Paket Tukar Uang Lebaran 2026!

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Bank Indonesia (BI) secara signifikan mempertebal paket penukaran uang tunai untuk kebutuhan Lebaran 2026, sebuah langkah yang mencerminkan optimisme terhadap pemulihan dan peningkatan aktivitas ekonomi nasional. Deputi Gubernur BI, Ricky Perdana Gozali, mengumumkan peningkatan ini di sela-sela konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring pada Kamis (19/2/2026).

COLLABMEDIANET

Ricky menjelaskan bahwa nilai satu paket penukaran uang telah dinaikkan dari Rp 4,3 juta menjadi Rp 5,3 juta. "Ini berarti masyarakat kini dapat menukarkan uang dengan nominal yang lebih besar, dan jumlah paket yang tersedia juga akan lebih banyak, dengan peningkatan mencapai 86%, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya, menekankan komitmen BI dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Lonjakan Ekonomi Dorong BI Tambah Paket Tukar Uang Lebaran 2026!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Ricky lebih lanjut mengungkapkan bahwa total nominal penukaran uang yang disediakan melalui program "Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026" bahkan melampaui rencana awal sebesar 15%. Keputusan ini didasari oleh proyeksi percepatan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data menunjukkan, pada kuartal IV-2025, ekonomi nasional berhasil tumbuh impresif 5,39% secara tahunan (yoy), angka tertinggi sejak kuartal III-2022 (5,73%), menandai periode terbaik dalam lebih dari tiga tahun terakhir.

"Kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi yang solid, yang secara langsung akan mendorong peningkatan kebutuhan uang tunai di masyarakat. Oleh karena itu, kami melakukan peningkatan alokasi sebesar 15% untuk penukaran, mencapai total Rp 185,6 triliun," jelas Ricky dalam sesi daring tersebut, sebagaimana dikutip dari Haluannews.id. Angka Rp 185,6 triliun ini juga melampaui alokasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 180,9 triliun, menunjukkan respons BI terhadap dinamika ekonomi.

Dari keseluruhan dana yang disiapkan, sebesar Rp 177 triliun dialokasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan sektor perbankan, mencakup penarikan tunai melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan layanan di kantor cabang. Demi memastikan kenyamanan, keadilan, dan pemerataan akses bagi masyarakat, BI tetap mengandalkan Aplikasi PINTAR sebagai platform utama untuk pemesanan penukaran uang.

Layanan penukaran uang tunai ini akan tersebar di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan yang dioperasikan oleh BI dan perbankan di seluruh penjuru Indonesia. Masyarakat dapat mengakses fasilitas ini melalui beragam kanal, mulai dari kas keliling, kantor bank umum, hingga layanan penukaran terpadu yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat-pusat keramaian.

Untuk warga DKI Jakarta, layanan penukaran terpadu akan digelar pada 12-15 Maret 2026 di GBK Basketball Hall, Senayan. Melalui Aplikasi PINTAR, masyarakat diberikan kemudahan untuk memilih jadwal dan lokasi penukaran yang paling sesuai dengan preferensi mereka. Pembukaan kuota penukaran akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama dimulai pada 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB untuk Pulau Jawa, dan 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk luar Pulau Jawa. Sementara itu, tahap kedua akan dibuka pada 26 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk Pulau Jawa, dan 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk luar Pulau Jawa.

Langkah BI ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan transaksi tunai masyarakat selama periode Lebaran, tetapi juga menjadi indikator positif terhadap geliat perekonomian nasional yang semakin kuat.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar