Haluannews Ekonomi – PT Bank Permata Tbk. (BNLI) melaporkan perolehan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp3,58 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan yang relatif moderat, hanya 0,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode sebelumnya, seperti yang diungkapkan dalam laporan keuangan perseroan yang diakses oleh Haluannews.id.

Related Post
Kinerja laba yang tumbuh tipis ini diwarnai oleh beberapa dinamika operasional. Pendapatan bunga Bank Permata tercatat mengalami penurunan menjadi Rp17,03 triliun. Di sisi lain, beban bunga justru mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp7,01 triliun. Kombinasi kedua faktor ini mengakibatkan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tergerus 1,96%, mencapai Rp10,02 triliun pada akhir tahun 2025.

Lebih lanjut, berbagai komponen beban operasional lainnya juga terpantau meningkat, sehingga menekan pendapatan operasional BNLI. Total pendapatan operasional bank ini tercatat turun 4,02% menjadi Rp5,40 triliun.
Bank yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Bangkok Bank ini juga menghadapi peningkatan risiko, yang terefleksi dari pembengkakan beban kerugian penurunan nilai aset keuangan atau impairment. Beban ini melonjak 16,93% yoy, mencapai Rp1,78 triliun. Sementara itu, rasio cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) berada di level 4,79%, mengindikasikan upaya bank dalam mengantisipasi potensi risiko kredit.
Meski demikian, fungsi intermediasi Bank Permata menunjukkan performa yang solid. Penyaluran kredit berhasil tumbuh 5,5% yoy, mencapai Rp163,3 triliun sepanjang 2025. Pertumbuhan ini diiringi dengan kualitas aset yang tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) Gross yang stabil di 2,1% dan NPL Net sebesar 0,24%.
Dari sisi penghimpunan dana, simpanan nasabah juga menunjukkan tren positif, meningkat 3,9% yoy menjadi Rp192,8 triliun. Pertumbuhan ini utamanya didorong oleh lonjakan dana murah (Current Account Savings Account/CASA) sebesar 20,1%. Alhasil, rasio CASA Bank Permata mengalami peningkatan signifikan menjadi 63,9%, jauh melampaui 55,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan-to-Deposit Ratio/LDR) tercatat sebesar 84,5% pada penutupan tahun 2025.
Total aset Bank Permata juga mengalami ekspansi sebesar 3,6% yoy, mencapai Rp268,3 triliun pada posisi Desember 2025, dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, dalam keterangannya pada Kamis (12/2/2026), menegaskan komitmen perseroan. "Melalui penguatan kapabilitas digital, inovasi produk, dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, kami berupaya membangun bank yang bertumbuh secara bertanggung jawab, tetap dekat dengan nasabah, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Kinerja Bank Permata di tahun 2025 menunjukkan kemampuan bank untuk menjaga pertumbuhan di tengah tantangan, dengan fokus pada penguatan fundamental dan inovasi layanan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar