Haluannews Ekonomi – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berhasil membalikkan keadaan dengan mencatatkan laba bersih signifikan sebesar US$ 339,64 juta, setara dengan Rp 5,75 triliun (kurs Rp 16.930), pada tahun buku 2025. Capaian impresif ini menandai perubahan drastis dari kerugian US$ 148,42 juta pada periode sebelumnya. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga melonjak menjadi US$ 325,45 juta, dari sebelumnya defisit US$ 154,71 juta.

Related Post
Kinerja keuangan positif ini, seperti yang diungkapkan dalam laporan keuangan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagian besar ditopang oleh pendapatan keuangan sebesar US$ 519,92 juta. Angka tersebut merupakan hasil dari proses restrukturisasi utang yang komprehensif, termasuk keuntungan dari penyelesaian kewajiban dipercepat atau "haircut" senilai US$ 156,74 juta.

Di sisi operasional, pendapatan usaha KRAS sepanjang tahun 2025 menunjukkan kenaikan tipis, dari US$ 954,59 juta menjadi US$ 959,83 juta, atau setara Rp 16,05 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan lonjakan volume penjualan produk baja yang mencapai 944.562 ton, tumbuh tajam 29,0% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, beban pokok pendapatan juga mengalami peningkatan dari US$ 847,6 juta menjadi US$ 909 juta, yang berimbas pada penurunan laba kotor KRAS dari US$ 106,9 juta menjadi US$ 50,7 juta.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah melalui BPI Danantara, serta kepercayaan yang diberikan oleh para kreditur dan mitra bisnis. "Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan," ujarnya, seperti dikutip Haluannews.id pada Kamis (2/4/2026).
Neraca keuangan Perseroan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Total aset KRAS pada akhir 2025 tercatat sebesar US$ 2,77 miliar atau setara Rp 46,24 triliun. Lebih lanjut, penyelesaian kewajiban utang berhasil menekan total liabilitas turun sebesar 17,04% menjadi US$ 2,04 miliar atau sekitar Rp 34,11 triliun. Ekuitas Perseroan bahkan melonjak dua kali lipat menjadi US$ 725,51 juta, setara Rp 12,13 triliun. Seiring dengan laba yang dibukukan, akumulasi kerugian yang selama ini membebani Perseroan terkikis dari US$ 2,47 miliar menjadi US$ 2,16 miliar, atau turun sekitar 12,6%.
Menatap ke depan, KRAS berkomitmen untuk mengoptimalkan kapasitas fasilitas produksi dan memperkuat pangsa pasar domestik. Fokus strategis Perseroan akan tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif yang terus berkembang. "Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Oleh karena itu, Perseroan akan terus melakukan evaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal, demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh stakeholders," tutup Dr. Akbar Djohan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar