Konglomerat Borong Obligasi? Danantara Buka Suara!

Konglomerat Borong Obligasi? Danantara Buka Suara!

Haluannews Ekonomi – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akhirnya angkat bicara terkait beredarnya informasi mengenai daftar sejumlah konglomerat yang disebut-sebut sebagai investor Patriot Bonds. Informasi yang beredar luas menyebutkan, ada 46 nama konglomerat yang berpartisipasi dalam pembelian Patriot Bond dengan nilai total mencapai Rp 51,75 triliun. Nama-nama besar seperti Anthoni Salim, Prajogo Pangestu, Sugianto Kusuma, Franky Widjaja, Boy Thohir, Edwin Soeryadjaya, dan Low Tuck Kwong tercatat sebagai investor terbesar dengan nilai investasi masing-masing mencapai Rp 3 triliun.

COLLABMEDIANET

Selain nama-nama tersebut, daftar itu juga memuat nama-nama pengusaha terkemuka lainnya seperti Tomy Winata, Hilmi Panigoro, James Riady, Sukanto Tanoto, Eddy Sariaatmadja, Gunawan Lim, hingga Sjamsul Nursalim.

Konglomerat Borong Obligasi? Danantara Buka Suara!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menanggapi hal ini, MD Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al-Arief, menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut bukanlah informasi resmi dan hingga saat ini belum ada pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh pihak Danantara.

"Berkaitan dengan adanya informasi yang beredar terkait Patriot Bonds, perlu kami tegaskan bahwa informasi tersebut bukan informasi resmi dan hingga saat ini tidak ada pengumuman yang dikeluarkan," tegas Al-Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/4/2024).

Al-Arief menjelaskan bahwa skema penerbitan Patriot Bonds saat ini masih dalam tahap persiapan dan akan dilakukan melalui mekanisme private placement, bukan penawaran umum. Partisipasi dalam Patriot Bonds juga bersifat sukarela (voluntary).

Danantara menegaskan komitmennya untuk menjalankan mandat sebagai pengelola investasi negara dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang kuat. Setiap inisiatif pembiayaan yang dilakukan akan diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi jangka panjang Indonesia serta memperkuat peran sektor swasta dalam pembangunan nasional.

"Prinsip mendasar dari Patriot Bonds adalah partisipasi sukarela dan tanggung jawab bersama. Skema ini membuka kesempatan bagi kelompok usaha Indonesia untuk berkontribusi pada agenda pembangunan lintas generasi, sekaligus memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan jangka panjang masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa penyerapan Patriot Bond telah mencapai target senilai Rp 50 triliun. Patriot Bond merupakan instrumen pembiayaan strategis berupa surat utang yang diterbitkan melalui mekanisme private placement dan ditawarkan langsung kepada sekelompok kecil investor terpilih, yaitu para konglomerat dan kelompok usaha besar di Indonesia. Surat utang ini tidak tersedia untuk investor ritel.

Total emisi yang diterbitkan adalah sebesar Rp 50 triliun dengan dua pilihan tenor, yaitu 5 dan 7 tahun. Kupon atau imbal hasil yang ditawarkan berada di level 2%. Penerbitan Patriot Bond bertujuan untuk memperkuat kemandirian pembiayaan nasional dan mendukung proyek transisi energi, khususnya pemanfaatan limbah menjadi energi (waste-to-energy).

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar