Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan rencana strategis untuk kembali membuka kode domisili investor, baik domestik maupun asing, mulai September 2025. Langkah ini diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi peningkatan likuiditas dan transparansi di pasar modal Indonesia.

Related Post
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengungkapkan bahwa saat ini BEI sedang dalam tahap pengujian akhir. "Bulan depan mudah-mudahan (sudah bisa buka kode domisili). Sekarang kita lagi proses testing," ujarnya kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Keputusan untuk membuka kembali kode domisili investor ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BEI untuk meningkatkan tata kelola pasar. Sebelumnya, kode domisili sempat ditutup beberapa tahun lalu dengan tujuan serupa. Pembukaan kembali kode domisili ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai aktivitas perdagangan dan partisipasi investor dari berbagai wilayah.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, juga memberikan dukungan terhadap inisiatif ini. Menurutnya, OJK akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas kebijakan ini untuk memastikan pasar tetap teratur, wajar, dan efisien. Data kode domisili beserta aktivitas transaksi akan didistribusikan pada akhir sesi I dan sesi akhir perdagangan.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif kepada pelaku pasar, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan partisipasi investor. Dengan transparansi yang lebih baik, diharapkan pasar modal Indonesia dapat semakin menarik bagi investor domestik dan asing.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar