Kisah Menegangkan: Jatuhnya Kerajaan Bisnis Salim!

Kisah Menegangkan: Jatuhnya Kerajaan Bisnis Salim!

Haluannews Ekonomi – Kejayaan Salim Group selama tiga dekade di Indonesia mendadak terhenti pada tahun 1998. Krisis moneter yang melanda, ditambah dengan jatuhnya rezim Orde Baru, membuat kerajaan bisnis Sudono Salim yang meliputi BCA, Indocement, Bogasari, dan Indofood, terguncang hebat. Kedekatan Salim dengan Presiden Soeharto justru menjadi bumerang, memicu sentimen anti-Soeharto yang berujung pada serangan terhadap bisnisnya.

COLLABMEDIANET

BCA, bank milik Salim, menjadi sasaran utama. Sejarawan M.C Ricklefs dalam "Sejarah Indonesia Modern" (2009) mencatat penarikan dana massal yang mengancam kebangkrutan bank tersebut. Ratusan orang mengantre untuk menarik seluruh tabungan mereka, kepercayaan publik terhadap BCA runtuh. "Perusahaan para cukong dan keluarga Soeharto merupakan sasaran utama pembakaran dan penjarahan. Bank Central Asia milik Liem Sioe Liong merupakan objek serangan utama," tulis Ricklefs.

Kisah Menegangkan: Jatuhnya Kerajaan Bisnis Salim!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Saat kerusuhan memuncak, Sudono Salim dan keluarganya berada di Amerika Serikat. Anthony Salim, yang berada di Indonesia, mengalami situasi mencekam. Ia menyaksikan rumahnya dijarah dan dibakar massa. Mobil-mobil di garasi hangus, perabotan dirusak, dan dinding rumah dicoret-coret. Kantor-kantor Salim Group juga menjadi sasaran amuk massa. Catatan Kompas (15 Mei 1998) bahkan mencatat foto Salim dilempari batu dan dibakar. Anthony akhirnya mengungsi ke Singapura.

Akibat kerusuhan, BCA mengalami kerugian besar. 122 cabang rusak, termasuk 17 yang terbakar. Kerugian Indofood mencapai Rp 42 miliar akibat penjarahan dan pembakaran pabrik dan pusat distribusi di Solo. Hanya Indocement yang relatif bertahan. Pemerintah pun mengambil alih BCA, membuat Salim kehilangan kendali atas bank tersebut.

Namun, Salim Group menunjukkan ketangguhannya. Dari reruntuhan krisis 1998, Salim Group bangkit. Berdasarkan daftar 50 orang terkaya di Indonesia 2023 versi Forbes, Anthony Salim dan keluarganya menempati posisi ke-5 dengan kekayaan US$ 10,3 miliar. Indofood menjadi pilar utama kekayaan tersebut. Grup Salim pun berekspansi ke sektor tambang, berinvestasi di Bumi Resources, Medco Energi, dan Amman Mineral. Kisah Salim Group menjadi bukti resiliensi bisnis di tengah gejolak politik dan ekonomi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar