Jurus Jitu TOBA: Tinggalkan Batu Bara, Panen Emas dari Sampah & Surya!

Jurus Jitu TOBA: Tinggalkan Batu Bara, Panen Emas dari Sampah & Surya!

Haluannews Ekonomi – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tengah mengukir babak baru dalam peta bisnisnya, melakukan gebrakan strategis dengan fokus penuh pada sektor energi baru terbarukan (EBT) dan pengelolaan limbah terintegrasi. Komitmen ini bukan sekadar janji, melainkan diwujudkan melalui proyek-proyek ambisius, termasuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) raksasa di Batam dan upaya revolusioner menyulap jutaan ton sampah menjadi sumber cuan yang menggiurkan.

COLLABMEDIANET

Nafi Sentausa, SVP Corporate Strategy & Business Development TOBA, dalam diskusi media di Kantor TBS Energi Utama, Jakarta, Senin (9/3/2026), menjelaskan bahwa perusahaan telah memperkuat portofolio EBT-nya. Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Sumberjaya di Lampung berkapasitas 6 megawatt (MW) yang telah beroperasi secara komersial sejak Januari 2025. Tak berhenti di situ, TOBA juga tengah mempercepat konstruksi proyek PLTS Terapung di Batam dengan kapasitas mencapai 46 megawatt peak (MWp), ditargetkan mulai menyumbang aliran listrik pada kuartal keempat atau akhir tahun 2026.

Jurus Jitu TOBA: Tinggalkan Batu Bara, Panen Emas dari Sampah & Surya!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Yang tak kalah menarik adalah sektor pengelolaan limbah, yang kini menjelma menjadi kontributor pendapatan terbesar kedua setelah batu bara. Melalui serangkaian akuisisi yang rampung pada 2023 dan awal 2025, TOBA kini telah berevolusi menjadi raksasa pengolahan limbah terintegrasi. "Kami mengelola sekitar 1 juta ton sampah, baik di Singapura maupun di Indonesia, dengan matriks operasional yang sangat sehat, utilisasi di atas 80%," ungkap Nafi. Limbah yang ditangani pun beragam, mulai dari domestik, komersial, medis, B3, hingga fasilitas pemulihan material. Melalui Kora Environment di Singapura, sampah-sampah ini tidak hanya dibuang, melainkan diubah menjadi uap panas melalui teknologi Energy from Waste untuk dijual ke kawasan industri setempat dengan kontrak jangka panjang.

Langkah berani ini juga diiringi dengan divestasi strategis. Perusahaan baru saja merampungkan pelepasan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada Maret dan Mei 2025 lalu, menandai komitmen penuh untuk fokus pada tiga pilar bisnis utama: EBT, pengelolaan limbah, dan ekosistem kendaraan listrik (EV). Mirza Hippy, SVP Corporate Finance & Investor Relations TOBA, menegaskan bahwa tahun 2025 dan 2027 merupakan fase krusial bagi perusahaan untuk melakukan reposisi strategi bisnis. Pelepasan aset PLTU dan fluktuasi harga batu bara memang memberikan tekanan pada laporan keuangan 2025, memicu kerugian non-cash akibat divestasi hingga menyentuh angka US$96-97 juta.

Namun, Mirza menekankan, "Ini adalah ‘short-term dip’ untuk mencapai ‘long-term value creation’ yang lebih baik bagi perseroan." Secara EBITDA adjusted, kinerja operasional TOBA tetap menunjukkan angka positif di level US$47,1 juta. Kontribusi dari manajemen limbah terhadap pendapatan kini sudah mencapai sekitar 41%, dan diharapkan akan menjadi pengganti dominan bagi pendapatan maupun EBITDA dari sektor batu bara dalam 2-3 tahun ke depan, menggarisbawahi prospek cerah dari diversifikasi bisnis TOBA.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar