Haluannews Ekonomi – Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, secara tegas memastikan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada dalam kondisi yang sangat aman dan terkendali. Pernyataan ini disampaikan untuk menepis kekhawatiran publik dan menjaga stabilitas psikologis pasar terhadap ketersediaan komoditas pangan pokok tersebut.

Related Post
Dalam sebuah kesempatan di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Selasa lalu, Ahmad Rizal mengungkapkan bahwa stok CBP saat ini telah mencapai angka 4 juta ton. Jumlah masif ini, menurutnya, lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga tahun depan, bahkan melampaui proyeksi permintaan. "Kami meminta bantuan teman-teman untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak ada panic buying. Kami tegaskan, stok beras dalam kondisi aman dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun depan," tegas Rizal, sebagaimana dilansir Haluannews.id.

Lebih lanjut, terkait program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog telah mengoptimalkan penyaluran beras di berbagai daerah. Penyaluran ini, sesuai dengan kebijakan terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), kini berada di kisaran 860 ribu ton. Angka ini merupakan penyesuaian dari target awal yang sempat mencapai 1,5 juta ton. "Penyaluran SPHP yang mencapai sekitar 860 ribu ton ini adalah hasil adaptasi kebijakan Bapanas terbaru, bukan lagi 1,5 juta ton seperti rencana awal," papar Rizal, menjelaskan rasionalisasi volume penyaluran.
Rizal juga menekankan komitmen Bulog untuk menjaga stabilitas harga melalui penyaluran SPHP secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026, dari Januari hingga Desember. Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dari praktik sebelumnya yang kerap menghentikan penyaluran pada bulan-bulan tertentu. "Berbeda dengan kebijakan sebelumnya yang kerap menghentikan penyaluran pada bulan-bulan tertentu seperti Februari, Maret, atau April, untuk tahun 2026 ini kami menyarankan agar program ini terus berjalan tanpa henti," jelasnya, menggarisbawahi pentingnya stabilitas pasokan sepanjang tahun.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama periode krusial Ramadan dan Lebaran, Bulog memastikan penyaluran beras akan dilakukan secara maksimal melalui berbagai intervensi pasar. Berbagai inisiatif seperti pasar murah telah digencarkan melalui kerja sama sinergis dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta pemerintah daerah di berbagai wilayah. "Kami telah aktif menyelenggarakan pasar murah, bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta pemerintah daerah di berbagai wilayah," pungkasnya, menunjukkan sinergi lintas sektor dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar