Haluannews Ekonomi – Jakarta – PT Asuransi BRI Life, entitas asuransi jiwa di bawah naungan BUMN, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang sangat impresif sepanjang tahun 2025. Perusahaan ini sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 954 miliar, sebuah lonjakan signifikan 25,4% dibandingkan capaian Rp 760,4 miliar pada tahun 2024.

Related Post
Pencapaian laba yang cemerlang ini ditopang oleh pertumbuhan Annualized Premium Equivalent (APE) yang juga positif, meningkat 1,4% menjadi Rp 3,32 triliun dari posisi Rp 3,28 triliun di tahun sebelumnya. Indikator kesehatan finansial BRI Life pun patut diacungi jempol. Rasio Risk Based Capital (RBC) perusahaan tercatat sangat kuat di angka 742% pada tahun 2025, jauh melampaui batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.

Direktur BRI Life, Sutadi, menjelaskan bahwa untuk tahun 2026, perusahaan akan memfokuskan strateginya pada peningkatan kualitas perlindungan asuransi jiwa yang relevan dengan kebutuhan setiap segmen nasabah. Selain itu, pengembangan produk asuransi baru yang inovatif serta peningkatan kualitas produk eksisting untuk segmen prioritas, ritel, dan mikro juga menjadi prioritas utama.
"Pertumbuhan bisnis yang kami raih di tahun 2025 merupakan buah dari strategi penetrasi segmen nasabah yang tepat, penyesuaian produk sesuai kebutuhan pasar, serta pemanfaatan teknologi digital yang efektif dalam mempermudah proses bisnis dan mitigasi risiko," terang Sutadi dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Haluannews.id, Jumat (13/2/2026).
Senada, Komisaris Utama BRI Life, M. Syafri Rozi, turut menegaskan komitmen perusahaan untuk mematuhi standar regulasi yang ditetapkan pemerintah dan pemangku kepentingan. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi dan sinergi dengan sektor perbankan dan industri lainnya guna mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan kokoh di masa mendatang.
Kinerja gemilang BRI Life ini terjadi di tengah dinamika industri asuransi nasional yang cukup menantang. Berdasarkan data OJK per Desember 2025, total aset industri asuransi mencapai Rp 1.201,33 triliun, tumbuh 5,95% secara tahunan (yoy) dari Rp 1.133,87 triliun di tahun sebelumnya. Aset asuransi komersial sendiri menunjukkan pertumbuhan 7,42% yoy, mencapai Rp 981,05 triliun.
Namun, akumulasi pendapatan premi asuransi komersial secara keseluruhan justru terkontraksi 1,46% yoy menjadi Rp 331,72 triliun. Kontraksi ini didorong oleh penurunan premi asuransi jiwa sebesar 3,81% yoy dengan nilai Rp 180,98 triliun. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi masih menunjukkan pertumbuhan positif 1,51% yoy, mencapai Rp 150,74 triliun. Kondisi ini menyoroti keberhasilan BRI Life dalam menorehkan pertumbuhan laba signifikan di tengah tren penurunan premi di sektor asuransi jiwa secara umum.
Dengan fundamental keuangan yang sangat kuat dan strategi bisnis yang terarah, BRI Life menunjukkan optimisme tinggi untuk terus mempertahankan momentum pertumbuhan positif dan memperkuat posisinya di pasar asuransi jiwa Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar