Haluannews Ekonomi – PT Astra International Tbk (ASII) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Raksasa konglomerasi ini berhasil masuk dalam daftar 500 perusahaan terbaik di Asia Pasifik versi majalah TIME, sebuah pengakuan yang menegaskan posisi strategisnya di tengah lanskap bisnis regional. Astra menduduki peringkat ke-485 dengan skor impresif 73.49, yang diperoleh dari penilaian ketat terhadap kepuasan karyawan, pertumbuhan pendapatan, serta komitmen terhadap prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG).

Related Post
Penghargaan "TIME Best Companies Asia-Pacific 2026" ini, yang disusun bekerja sama dengan Statista, menjadi bukti nyata ketahanan dan adaptabilitas perusahaan-perusahaan di tengah gejolak ekonomi global. Terlebih, tahun 2025 disebut sebagai periode yang penuh tantangan akibat "perang tarif Trump" yang memukul kawasan Asia-Pasifik. Namun, 500 perusahaan terpilih ini, termasuk Astra, menunjukkan stabilitas finansial yang kuat, implementasi ESG yang solid, dan tingkat kepuasan karyawan yang tinggi.

Windy Riswantyo, Head of Corporate Communications Astra, menyambut baik apresiasi dari TIME dan Statista ini. Ia menekankan bahwa penilaian didasarkan pada tiga pilar utama: survei kepuasan karyawan, performa keuangan, dan transparansi data keberlanjutan. Menariknya, untuk aspek kepuasan karyawan, Astra berhasil meraih posisi puncak di antara seluruh perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar prestisius ini.
"Pengakuan ini datang bertepatan dengan momen Hari Ulang Tahun Ke-69 Astra pada Februari 2026," ujar Windy dalam keterangan resminya pada Kamis (12/2/2026) kepada Haluannews.id. "Atas nama Manajemen, kami berharap ini menjadi dorongan bagi seluruh Insan Astra untuk terus menjadi kekuatan pendorong, mengantarkan Astra melangkah maju, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, baik hari ini maupun di masa depan Indonesia."
Lebih lanjut, metodologi penilaian yang diterapkan TIME dan Statista cukup komprehensif. Aspek kepuasan karyawan diukur melalui data survei global tahun 2024, dengan fokus khusus pada karyawan di Asia-Pasifik. Sementara itu, kinerja keuangan dievaluasi menggunakan data dari Statista dan riset mendalam, dengan syarat minimal pendapatan US$100 juta pada tahun 2024 agar dapat dipertimbangkan.
Adapun transparansi keberlanjutan dinilai berdasarkan data ESG dari Key Performance Index (KPI) standar yang tersedia dalam Database ESG Statista, dilengkapi dengan penelitian data terarah. Setelah semua data dikumpulkan dan dievaluasi, skor dari ketiga aspek tersebut dikonsolidasikan dan diberi bobot yang sama, menghasilkan skor peringkat akhir maksimal 100 poin.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Astra, tetapi juga menunjukkan potensi perusahaan Indonesia untuk bersaing dan diakui di panggung global, bahkan di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar