Investor Siap-siap! BSI Tahan Dividen, Ini Alasan di Balik Strategi Pertumbuhan Agresif.

Investor Siap-siap! BSI Tahan Dividen, Ini Alasan di Balik Strategi Pertumbuhan Agresif.

Haluannews Ekonomi – Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) mengisyaratkan bahwa kebijakan pembagian dividen untuk tahun buku 2025 tidak akan bersifat agresif. Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa bank syariah terbesar di Indonesia ini masih memprioritaskan fase ekspansi dan pertumbuhan, sehingga alokasi laba untuk dividen menjadi pertimbangan kedua.

COLLABMEDIANET

"BSI memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan bank-bank pada umumnya. Kami saat ini berada dalam tahap pertumbuhan yang pesat. Dalam kondisi demikian, keputusan mengenai dividen biasanya menjadi prioritas sekunder, setelah mempertimbangkan seberapa ambisius BSI dapat bertumbuh ke depan," ujar Cahyo dalam paparan kinerja BSI tahun 2025 secara virtual, Jumat (6/2/2026), sebagaimana dilansir Haluannews.id.

Investor Siap-siap! BSI Tahan Dividen, Ini Alasan di Balik Strategi Pertumbuhan Agresif.
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Cahyo menambahkan, untuk mencapai pertumbuhan yang agresif, BSI memerlukan dukungan modal yang kuat. Oleh karena itu, fokus utama manajemen adalah memperkuat struktur permodalan bank. Kebijakan dividen, lanjutnya, juga akan sangat bergantung pada persetujuan dari para pemegang saham utama BSI, yakni pemerintah dan PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM).

"Kami berpandangan bahwa BSI tidak akan mengambil langkah pembagian dividen yang agresif, tidak seperti bank-bank yang sudah mencapai tahap kematangan. Prioritas kami adalah bagaimana kami dapat memiliki ekuitas yang memadai untuk menopang pertumbuhan BSI yang ambisius, mengingat momentum pasar yang sedang kami miliki," tegas Cahyo.

Sebagai informasi, BSI kini telah resmi menyandang status sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan bentuk persero, tidak lagi sebagai anak usaha. Posisi ini menempatkan BSI sejajar dengan empat bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) lainnya. Konsekuensinya, laporan keuangan bank syariah ini kini berdiri sendiri dan tidak lagi terkonsolidasi dengan laporan keuangan para pemegang sahamnya.

Pada tahun buku 2025, BSI berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp7,96 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 8,01% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan perolehan laba sebesar Rp7 triliun pada tahun 2024.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar