Haluannews Ekonomi – Pasar saham Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang beragam pada awal pekan ini, Senin (28/7/2025), seiring dengan penantian investor terhadap detail lebih lanjut mengenai perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Pembicaraan tingkat tinggi ini dijadwalkan berlangsung di Stockholm.

Related Post
Di Jepang, indeks Nikkei 225 mengalami penurunan sebesar 0,85%, sementara indeks Topix yang lebih luas terkoreksi 0,44%. Sebaliknya, bursa Korea Selatan menunjukkan sinyal positif dengan indeks Kospi naik 0,15%, meskipun indeks Kosdaq dengan kapitalisasi kecil cenderung stagnan. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia berhasil mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,2%.

Menurut laporan Haluannews.id, negosiasi antara AS dan China akan dipimpin oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng. Bessent mengungkapkan harapannya akan adanya perpanjangan gencatan senjata dagang selama proses negosiasi berlangsung. Ia menambahkan bahwa pembahasan akan mencakup berbagai topik yang lebih luas, termasuk pembelian minyak Beijing dari Rusia dan Iran.
Pembicaraan ini menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan yang telah dicapai dengan Uni Eropa pada hari Minggu lalu di Washington. Sebelumnya, Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 30% untuk sebagian besar barang impor dari mitra dagang utama AS tersebut.
Reaksi pasar terhadap pengumuman Trump tersebut terlihat dari pergerakan kontrak berjangka AS yang menguat setelah Trump mengumumkan penurunan tarif menjadi 15% untuk Uni Eropa. Sentimen ini juga turut memengaruhi ekuitas berjangka AS yang naik di awal perdagangan di Asia.
Perkembangan negosiasi AS-China akan menjadi fokus utama pelaku pasar dalam beberapa hari mendatang. Hasil dari perundingan ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap sentimen investasi global dan arah pergerakan pasar saham di kawasan Asia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar