Haluannews Ekonomi – Holding BUMN Industri Pertahanan, DEFEND ID, mematok target ambisius untuk menggenjot komersialisasi sejumlah produk inovatif pada tahun 2026. Fokus utama adalah pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, serta kendaraan taktis (rantis) darat seperti Maung dan Garuda dari PT Pindad (Persero). Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pertahanan, tetapi juga memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian nasional.

Related Post
Direktur Utama DEFEND ID, Joga Dharma Setiawan, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu (11/2/2026), menegaskan bahwa komersialisasi pesawat N219 krusial untuk memperkuat konektivitas udara nasional, khususnya pada segmen penerbangan perintis dan misi kemanusiaan. "Kami memohon dukungan program komersialisasi pesawat N219 melalui pemberian subsidi penerbangan perintis dan insentif pajak bagi operator yang menggunakan pesawat dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40%," ujar Joga, menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan industri.

Selain N219, DEFEND ID juga akan memacu komersialisasi kendaraan taktis Maung dan Garuda. Lebih jauh, inovasi juga diarahkan ke sektor hulu industri pertahanan. Pada tahun 2026, DEFEND ID merencanakan pengembangan fasilitas produksi propelan, brass mill, dan brass cup. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian bahan baku industri pertahanan dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, dan menciptakan nilai tambah ekonomi. "Kami juga memerlukan persetujuan terkait dukungan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) 2026 untuk program strategis seperti propelan, brass cup, brass mill, serta program mobil nasional," jelas Joga.
Untuk merealisasikan rencana strategis ini, DEFEND ID telah menyiapkan anggaran investasi sebesar Rp3,14 triliun dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sumber pendanaan investasi ini akan berasal dari kombinasi dana internal perusahaan dan dukungan negara. Joga merinci bahwa pendanaan dari non-PMN akan mendominasi sebesar 67,7% atau sekitar Rp2,13 triliun, sementara dukungan melalui PMN akan berkontribusi sebesar 32,3% atau Rp1,01 triliun.
Dengan adanya dukungan finansial dan kebijakan yang solid, Joga berharap DEFEND ID dapat meningkatkan peran strategisnya dalam mendukung kemandirian teknologi dan keandalan pasok industri pertahanan. "Kami harap dukungan ini dapat meningkatkan peran DEFEND ID dalam mendukung kemandirian teknologi hingga ketahanan nasional, sekaligus mempercepat program strategis nasional yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi," pungkas Joga.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar