Insentif Motor Listrik Tamat, Adira (ADMF) Balas Dengan Bunga 0%!

Insentif Motor Listrik Tamat, Adira (ADMF) Balas Dengan Bunga 0%!

Haluannews Ekonomi – Kebijakan pemerintah untuk menghentikan program insentif bagi pembelian motor listrik berpotensi menciptakan gelombang baru tantangan bagi sektor pembiayaan multifinance. Para pelaku industri kini tengah merumuskan strategi adaptasi, termasuk salah satunya adalah Adira Finance (ADMF), yang mengamati dampak potensial terhadap laju pertumbuhan bisnisnya.

COLLABMEDIANET

Niko Kurniawan, Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi Adira Finance (ADMF), mengungkapkan bahwa insentif senilai Rp7,5 juta yang sebelumnya dinikmati konsumen memiliki bobot signifikan, mencapai 30% hingga 40% dari total harga motor listrik. "Angka tersebut tentu cukup mengganggu dinamika pasar. Namun, sebagai entitas bisnis, kami sepenuhnya tunduk pada kebijakan pemerintah," jelas Niko kepada awak media pada Kamis (14/2/2026) di Jakarta.

Insentif Motor Listrik Tamat, Adira (ADMF) Balas Dengan Bunga 0%!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Guna memitigasi potensi dampak negatif, ADMF telah menyiapkan serangkaian strategi proaktif. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan potensi ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Perseroan menargetkan peningkatan penyaluran pembiayaan antara 15% hingga 20% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dalam gelaran serupa.

Dalam upaya menarik minat konsumen, Adira Finance juga meluncurkan program promosi menarik, termasuk penawaran bunga mulai dari 0% per tahun untuk pembiayaan motor pada merek dan tipe tertentu. Lebih lanjut, perseroan bahkan siap memberikan subsidi uang muka hingga Rp7,5 juta khusus untuk pembiayaan motor listrik, sebuah langkah strategis untuk mengisi kekosongan insentif pemerintah.

Sebagai konteks makroekonomi, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memproyeksikan volume penjualan sepeda motor nasional akan berada di rentang 6,4 juta hingga 6,7 juta unit pada tahun 2026. Sementara itu, sektor multifinance secara keseluruhan menargetkan pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 6% hingga 8% secara tahunan (yoy) di periode yang sama.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar