Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat (18/9/2025), mencatatkan koreksi tipis sebesar 0,06% atau 5 poin, parkir di level 8.003,39 pada penutupan sesi pertama. Pelemahan ini lebih ringan dibanding pergerakan awal perdagangan. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,23 triliun, melibatkan 17,62 miliar saham dalam 1,15 juta kali transaksi. 280 saham menguat, 356 melemah, dan 160 stagnan. Sektor konsumer primer dan barang baku menjadi penggerak utama penguatan, sementara sektor utilitas dan teknologi mengalami tekanan. Saham-saham blue chip turut memengaruhi kinerja IHSG hari ini.

Related Post
Berbeda dengan IHSG, pasar saham Asia justru kompak menguat. Nikkei 225 Jepang melesat 1,19%, mencetak rekor tertinggi baru untuk kedua kalinya berturut-turut. Hal ini terjadi menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan (BOJ) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga di 0,5%. Inflasi inti Jepang juga turun ke level terendah sejak November 2024, mencapai 2,7% untuk Agustus, menandai penurunan tiga bulan berturut-turut. Analis menilai BOJ tengah mencari tanda-tanda ketahanan ekonomi, dan data PDB kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar dinilai memuaskan. Topix (indeks Jepang kapitalisasi kecil) naik 0,84%, ASX/S&P 200 Australia menguat 0,77%, sementara Kospi dan Kosdaq Korea Selatan stagnan. Hang Seng Hong Kong diprediksi dibuka lebih tinggi.

Sentimen positif juga datang dari Wall Street. Indeks-indeks utama AS ditutup menguat, didorong oleh sinyal pelonggaran suku bunga dari Federal Reserve (The Fed). S&P 500 naik 0,48% ke 6.631,96, Nasdaq Composite menguat 0,94% ke 22.470,73, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,27% ke 46.142,42. Ketiga indeks mencetak rekor tertinggi intraday pada Kamis.
Pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Data klaim pengangguran AS yang turun tajam dan keputusan Bank of England (BoE) untuk menahan suku bunga menjadi sorotan. Di dalam negeri, IHSG yang sempat mencetak rekor tertinggi kini berpotensi koreksi untuk menutup dua gap teknikal yang terbentuk sejak awal September.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar