IHSG Terperosok, Pasar Menanti Prabowo & Bayang-bayang Geopolitik!

IHSG Terperosok, Pasar Menanti Prabowo & Bayang-bayang Geopolitik!

Haluannews Ekonomi – Pasar saham Indonesia kembali diwarnai sentimen negatif pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren koreksi, meskipun berhasil memangkas pelemahan signifikan di akhir sesi. Penurunan ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap agenda ekonomi domestik dan eskalasi ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasar.

COLLABMEDIANET

Pada penutupan perdagangan, IHSG tercatat melemah 0,57%, mengakhiri sesi di level 8.218,57. Angka ini menunjukkan upaya rebound setelah sempat anjlok hingga 1,02% di sesi sebelumnya, memberikan sedikit optimisme di tengah tekanan jual. Data Haluannews.id mencatat, nilai transaksi harian mencapai Rp 12,36 triliun, melibatkan 28,41 miliar saham dalam 1,77 juta kali transaksi. Sayangnya, kapitalisasi pasar turut terkoreksi menjadi Rp 14.924 triliun.

IHSG Terperosok, Pasar Menanti Prabowo & Bayang-bayang Geopolitik!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara rinci, sebanyak 287 saham menunjukkan penurunan, sementara 368 saham berhasil menguat, dan 161 saham stagnan. Sektor barang baku, infrastruktur, dan teknologi menjadi penyumbang koreksi terdalam, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek sektor-sektor tersebut. Beberapa saham yang paling menekan pergerakan IHSG antara lain TLKM, AMMN, DSSA, BREN, dan BBCA. Sementara itu, saham-saham seperti Bank Central Asia (BBCA) dan Bumi Resources (BUMI) memimpin dari sisi nilai transaksi di pasar reguler, diikuti oleh DEWA, PTRO, dan ENRG.

Agenda Domestik dan Kebijakan Pertambangan

Pelaku pasar kini menyoroti libur panjang Tahun Baru Imlek yang akan membuat bursa tutup hingga Rabu pekan depan, membatasi aktivitas perdagangan. Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada gelaran "Indonesia Economic Outlook" oleh Danantara. Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Doni Oskaria, mengonfirmasi kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan jajarannya untuk memberikan respons komprehensif terhadap penilaian Moody’s mengenai prospek ekonomi Indonesia. Acara ini diharapkan menjadi platform penting untuk menyampaikan perkembangan terbaru dan strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Dari sektor pertambangan, Kementerian ESDM memberikan klarifikasi terkait kebijakan pemangkasan kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Kebijakan ini dipastikan tidak akan diterapkan secara merata. Pengecualian khusus diberikan kepada perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi Pertama serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ini berarti emiten-emiten raksasa seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tidak akan terdampak oleh restriksi produksi tersebut. Keputusan ini didasari oleh kontribusi signifikan kelompok perusahaan ini terhadap penerimaan negara, termasuk royalti 19% dan setoran bagi hasil keuntungan bersih 10%. Selain itu, urgensi ketahanan energi nasional juga menjadi pertimbangan, dengan instruksi kepada pemegang PKP2B Generasi Pertama untuk mempercepat pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 30% guna mengamankan pasokan listrik negara.

Geopolitik Timur Tengah Memanas, AS Siaga

Sementara itu, lanskap geopolitik global semakin memanas, terutama di Timur Tengah, yang berpotensi memicu volatilitas di pasar komoditas dan keuangan. Amerika Serikat terus memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut. Citra satelit terbaru menunjukkan penempatan sistem pertahanan rudal Patriot dengan peluncur bergerak di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. Mobilitas tinggi dari sistem ini memungkinkan respons cepat dalam situasi darurat, menandakan kesiapsiagaan militer AS.

Peningkatan jumlah pesawat tempur dan peralatan militer juga terdeteksi di pangkalan udara Muwaffaq di Yordania dan Pangkalan Pangeran Sultan di Arab Saudi. Langkah ini merupakan respons Washington terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal balistik Iran, serta dukungannya terhadap kelompok-kelompok sekutu di wilayah tersebut.

Pemerintah AS, meskipun tetap membuka jalur diplomasi, telah menegaskan kesiapan militernya jika negosiasi menemui jalan buntu. Di sisi lain, Iran telah memberikan peringatan keras akan membalas setiap serangan ke wilayahnya dengan menargetkan pangkalan-pangkalan AS. Iran diketahui memiliki kompleks rudal bawah tanah dan telah menyiagakan kapal induk drone di sekitar Bandar Abbas, menambah kompleksitas dan potensi konflik di Teluk Persia, yang dapat berdampak luas pada stabilitas ekonomi global.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar