IHSG Terkapar! Awas Tekanan Ekonomi Mengintai

IHSG Terkapar! Awas Tekanan Ekonomi Mengintai

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Jumat (21/11/2025) dengan sentimen negatif, dibuka pada level 8.403,9, terkoreksi 16,02 poin atau setara 0,19%. Pelemahan ini menyeret IHSG keluar dari zona 8.400, dengan penurunan mencapai 0,45% beberapa menit setelah pembukaan.

COLLABMEDIANET

Aktivitas perdagangan diwarnai oleh dominasi saham-saham yang mengalami penurunan, tercatat 249 saham melemah, berbanding 211 saham yang menguat, serta 496 saham stagnan. Nilai transaksi pada sesi pembukaan mencapai Rp 833,2 miliar, melibatkan 1,39 miliar saham dalam 113.700 transaksi.

IHSG Terkapar! Awas Tekanan Ekonomi Mengintai
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sentimen negatif juga melanda bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang mengalami penurunan tajam sebesar 1,57% pada pembukaan, sementara indeks Topix terkoreksi 0,72%. Sektor teknologi menjadi pemberat utama, dengan saham-saham seperti Advantest, Tokyo Electron, Lasertec, dan Renesas Electronics mencatatkan penurunan signifikan.

Data inflasi inti Jepang pada bulan Oktober yang naik pada laju tercepat sejak Juli, mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan, semakin memperburuk sentimen pasar.

Di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 4,09% dan Kosdaq melemah 3,01%. Raksasa teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing mengalami penurunan hingga 4% dan 9%, membebani kinerja pasar secara keseluruhan. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga tertekan, turun 1,3%.

Penurunan juga terjadi di pasar saham Amerika Serikat semalam, dengan saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti Oracle dan AMD menjadi yang pertama masuk zona merah. Nasdaq Composite merosot 2,16%, Dow Jones Industrial Average melemah 0,84%, dan S&P 500 tergelincir 1,56%.

Para pelaku pasar perlu mewaspadai data-data makroekonomi yang dirilis kemarin, yang mengindikasikan potensi tekanan ganda bagi perekonomian Indonesia, yaitu defisit anggaran negara dan tekanan pada arus keluar masuk modal. Kombinasi penerimaan pajak yang rendah, utang yang menumpuk, dan cadangan devisa yang tergerus menjadi sinyal perlunya strategi investasi yang lebih hati-hati. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat berdampak negatif pada pasar keuangan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar