IHSG Terjun Bebas! Dua Isu Krusial Ini Jadi Biang Kerok Utama

IHSG Terjun Bebas! Dua Isu Krusial Ini Jadi Biang Kerok Utama

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (12/2/2026) dengan pelemahan signifikan. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini terkoreksi 32 poin atau setara 0,38%, menutup sesi di level 8.259,16. Koreksi ini tidak lepas dari tekanan ganda yang datang dari isu transparansi pasar modal domestik dan penyesuaian pandangan lembaga pemeringkat internasional terhadap prospek utang negara.

COLLABMEDIANET

Data dari Haluannews.id menunjukkan, sebanyak 281 saham menguat, namun 369 saham lainnya melemah, sementara 168 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 14,48 triliun, melibatkan 27,26 miliar saham dalam 1,92 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar ikut tergerus menjadi Rp 15.003 triliun.

IHSG Terjun Bebas! Dua Isu Krusial Ini Jadi Biang Kerok Utama
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi primadona dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp 3,2 triliun. Disusul oleh PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Seluruh sektor tercatat berada di zona merah, dengan sektor infrastruktur memimpin pelemahan sebesar 2,75%, diikuti oleh kesehatan 0,88% dan properti 0,72%. Saham-saham konglomerat yang sebelumnya menjadi motor penggerak IHSG, seperti Barito Renewables Energi (BREN), Bank Central Asia (BBCA), Amman Mineral Internasional (AMMN), dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA), justru menjadi pemberat utama kinerja indeks hari ini.

Namun, di balik angka-angka merah tersebut, perhatian utama pelaku pasar tertuju pada upaya serius pemulihan kepercayaan investor global. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah proaktif dengan kembali mengadakan pertemuan lanjutan bersama penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), pada Rabu (11/2/2026). Pertemuan ini sangat krusial mengingat status pasar modal Indonesia yang tengah mengalami pembekuan penyesuaian indeks oleh MSCI akibat isu transparansi.

Dalam diskusi tertutup tersebut, Direktur Pengembangan Bisnis BEI, Jeffrey Hendrik, memaparkan tiga rencana aksi utama untuk menjawab kekhawatiran investor global. Inisiatif penting yang dibahas adalah penerbitan shareholders concentration list, sebuah mekanisme yang diadopsi dari bursa saham Hong Kong, bertujuan memberikan peringatan dini mengenai saham dengan kepemilikan publik terbatas. BEI menargetkan publikasi data pemegang saham di atas satu persen, bersamaan dengan daftar risiko konsentrasi pemegang saham, pada akhir Februari atau awal Maret mendatang. Selain itu, progres penyediaan data investor yang lebih terperinci juga direncanakan dapat diakses pada akhir Maret. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memulihkan integritas pasar dan memastikan implementasi aturan free float sebesar 15% berjalan efektif.

Tak hanya dari sisi pasar modal, sektor fiskal juga menjadi sorotan. Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap laporan terbaru dari lembaga pemeringkat Moody’s yang menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari Stabil menjadi Negatif. Sebagai respons cepat, Presiden menginstruksikan jajaran menteri ekonominya untuk menggelar acara "Indonesia Economic Outlook" pada Jumat (13/2/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan memberikan klarifikasi menyeluruh kepada lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s, Fitch, dan S&P, mengenai fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya. Pemerintah berencana memaparkan strategi konkret terkait peningkatan penerimaan negara serta menjelaskan rencana pembentukan dan operasional Danantara sebagai motor baru pengelolaan aset negara. Langkah ini diharapkan dapat menjawab keraguan pasar dan lembaga pemeringkat terhadap kemampuan pemerintah dalam mengelola risiko fiskal dan menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar