IHSG Terbang Tinggi Usai Libur Imlek! Sinyal Cuan di Tengah Ramadan?

IHSG Terbang Tinggi Usai Libur Imlek! Sinyal Cuan di Tengah Ramadan?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan perdananya pasca-libur panjang Imlek dengan performa impresif, melonjak ke zona hijau pada Rabu (18/2/2026). Indeks acuan pasar modal Indonesia ini tercatat naik signifikan 23,54 poin atau setara 0,29%, mengukir posisi di level 8.235,81. Momentum penguatan bahkan semakin terasa dalam satu menit setelah pembukaan, di mana IHSG terus menanjak hingga 0,65%.

COLLABMEDIANET

Aktivitas perdagangan pagi ini menunjukkan dominasi sentimen positif, di mana sebanyak 282 saham berhasil menguat, berbanding 91 saham yang melemah, dan 314 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 378,74 miliar, melibatkan perputaran 765,96 juta saham dalam 68.599 kali transaksi.

IHSG Terbang Tinggi Usai Libur Imlek! Sinyal Cuan di Tengah Ramadan?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Fokus investor kini beralih pada serangkaian rilis laporan keuangan emiten serta tren buyback yang berlanjut. Pekan perdagangan yang relatif singkat, hanya tiga hari kerja, ditambah dengan nuansa Ramadan yang semakin mendekat, turut mewarnai dinamika pasar. Bulan suci Ramadan, yang dikenal sebagai puncak konsumsi domestik, diharapkan dapat menjadi katalis kuat bagi geliat ekonomi dan pasar saham Indonesia.

Secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini sedang menguji level resistance MA100 harian di kisaran 8.400. Namun, setelah koreksi dua hari pada pekan sebelumnya, momentum untuk menembus level ini dirasa masih menantang, mengindikasikan potensi pergerakan sideways yang berkelanjutan. Investor perlu mewaspadai level support terkini di MA200 harian pada 7.800, yang akan menjadi penentu tren sideways ini. Penembusan level tersebut dapat memicu kembali tren downtrend. Sebaliknya, jika pekan ini berhasil membentuk higher low baru, peluang untuk menuju resistance berikutnya semakin terbuka, dengan harapan IHSG dapat menutup gap down di area 8.700.

Musim laporan keuangan tahun buku 2025 menjadi sorotan utama, dengan setidaknya 18 emiten telah merilis performa finansialnya pada akhir pekan lalu. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan pertumbuhan Laba Per Saham (EPS) tahunan yang fantastis, melonjak lebih dari 1000% pada kuartal IV/2025. Kinerja impresif ini didorong oleh keberhasilan divestasi bisnis es krim pada Desember tahun lalu. Tren positif UNVR diproyeksikan berlanjut pada kuartal I/2026 menyusul penjualan bisnis teh Sariwangi kepada grup Djarum, meskipun perlu dicatat bahwa ini merupakan aksi one-off yang tidak akan berulang secara pendapatan rutin.

Mayoritas emiten yang telah melaporkan kinerja adalah dari sektor perbankan. Bank-bank raksasa menunjukkan performa beragam: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba bersih konsolidasi Rp 56,3 triliun sepanjang 2025, naik tipis 0,93% secara tahunan (YoY). Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (BBNI) melaporkan penurunan laba bersih sebesar 6,63% YoY menjadi Rp 20,04 triliun. Di sisi lain, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang solid sebesar 16% menjadi Rp 3,5 triliun.

Di kancah global, pasar ekuitas Asia juga dibuka dengan sentimen positif pada Rabu (18/2/2026), meskipun banyak bursa di kawasan tersebut masih libur dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek. Pelaku pasar global masih mencermati risalah pertemuan Federal Reserve bulan Januari, dengan fokus utama beralih pada rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang dijadwalkan Jumat ini.

Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat menguat 0,73% pagi ini, didukung oleh data ekspor Jepang bulan Januari yang melonjak 16,8% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar dan menjadi laju tercepat sejak November 2022, terutama berkat peningkatan pengiriman ke Asia dan Eropa Barat. Indeks saham Australia juga menunjukkan penguatan moderat. Namun, bursa saham Korea Selatan (KOSPI), serta indeks acuan China, Hong Kong, dan Singapura, tidak beroperasi hari ini karena masih merayakan libur Tahun Baru Imlek.

Sementara itu, di pasar Amerika Serikat, Indeks S&P 500 berhasil menguat tipis, meski kenaikannya terbatas oleh pelemahan saham-saham perangkat lunak. Indeks acuan pasar yang lebih luas ini naik 0,1% dan ditutup pada 6.843,22. Nasdaq Composite juga menguat 0,14% ke level 22.578,38, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 32,26 poin atau 0,07%, mengakhiri perdagangan di 49.533,19.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar