IHSG Terbang Tinggi Sesi 1! Bursa RI Banjir Triliunan Cuan

IHSG Terbang Tinggi Sesi 1! Bursa RI Banjir Triliunan Cuan

Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa impresif pada sesi pertama perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan, ditutup naik 130,15 poin atau setara 1,6% ke level 8.261,89. Lonjakan ini didukung oleh mayoritas saham yang bergerak positif, dengan 556 emiten menguat, sementara 166 saham melemah, dan 236 lainnya stagnan.

COLLABMEDIANET

Aktivitas transaksi di bursa juga mencatatkan volume yang luar biasa. Total nilai transaksi mencapai Rp 16,85 triliun, melibatkan perputaran 35,43 miliar saham dalam 2,05 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar ikut terkerek naik, menembus angka Rp 15.017 triliun, mencerminkan peningkatan kepercayaan investor.

IHSG Terbang Tinggi Sesi 1! Bursa RI Banjir Triliunan Cuan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di antara deretan saham yang aktif diperdagangkan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi primadona dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp 4,8 triliun. Saham emiten batu bara ini turut melonjak 12,9% dan ditutup pada level Rp 280, menjadi salah satu penopang utama penguatan indeks.

Kekuatan pasar terlihat merata di hampir seluruh sektor. Berdasarkan data Refinitiv yang diolah Haluannews.id, sektor bahan baku memimpin kenaikan dengan 3,61%, diikuti sektor energi yang menguat 3,32%, konsumer non-primer 3,22%, dan utilitas 3,02%. Ini mengindikasikan optimisme yang menyebar luas di berbagai lini bisnis.

Saham-saham dari kelompok konglomerat kembali menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak utama IHSG. Tiga emiten teratas yang memberikan kontribusi poin terbesar adalah Barito Pacific (BRPT) dengan bobot 13,77 indeks poin, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) 9,65 indeks poin, dan Bumi Resources (BUMI) 8,31 indeks poin, menegaskan dominasi mereka di pasar.

Para pelaku pasar saat ini tengah mencermati sejumlah sentimen krusial yang berpotensi mempengaruhi arah pergerakan bursa ke depan. Dari ranah domestik, perhatian tertuju pada target ambisius Danantara untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta strategi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong penyaluran kredit guna menggerakkan roda ekonomi nasional.

Sementara itu, dari kancah global, data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi barometer penting. Tak kalah krusial, situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah terus menjadi sorotan utama, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap harga minyak dunia dan stabilitas pasar keuangan global.

Salah satu titik fokus ketegangan adalah peningkatan eskalasi di Selat Hormuz. Administrasi Maritim Amerika Serikat (MARAD) bahkan telah mengeluarkan peringatan resmi, menginstruksikan seluruh kapal berbendera AS untuk menghindari perairan Iran dan menolak upaya pasukan asing yang mencoba menaiki kapal. Peringatan ini muncul setelah serangkaian insiden keamanan yang melibatkan kapal komersial dan militer Iran di wilayah tersebut.

Selat Hormuz memegang peranan vital bagi perekonomian global, mengingat sekitar sepertiga dari total pasokan minyak mentah yang diperdagangkan melalui jalur laut melewati selat ini. Gangguan keamanan sekecil apa pun, blokade, atau konflik fisik di area tersebut akan serta-merta memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Konsekuensinya, tekanan inflasi global akan meningkat dan beban subsidi energi bagi negara-negara importir minyak, termasuk Indonesia, akan semakin berat. Oleh karena itu, dinamika di Timur Tengah tetap menjadi faktor risiko eksternal terbesar yang wajib diwaspadai pelaku pasar.

Meskipun demikian, lonjakan IHSG dan penguatan nilai tukar rupiah pada perdagangan sebelumnya memberikan modal positif bagi pergerakan pasar keuangan Indonesia hari ini. Pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (DXY) juga menjadi angin segar bagi rupiah, berpotensi menopang penguatan lebih lanjut di sesi mendatang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar