IHSG Tembus 8.300: Investor Siap Happy Weekend atau Ada Jebakan?

IHSG Tembus 8.300: Investor Siap Happy Weekend atau Ada Jebakan?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (20/2/2026) pagi ini dengan lonjakan signifikan, naik 0,32% atau setara 26,14 poin, membawa indeks bertengger di level 8.300,33. Pembukaan di zona hijau ini sontak memicu optimisme di kalangan pelaku pasar, seolah menjanjikan penutupan akhir pekan yang ceria.

COLLABMEDIANET

Pada sesi pembukaan, dinamika pasar menunjukkan dominasi saham-saham yang menguat, dengan 267 emiten membukukan kenaikan harga, sementara 76 lainnya melemah, dan 298 saham masih belum bergerak. Nilai transaksi awal perdagangan tercatat mencapai Rp 195,49 miliar, melibatkan volume 316,15 juta saham dalam 39.082 kali transaksi. Beberapa saham yang paling aktif diperdagangkan dan menjadi sorotan investor pagi ini termasuk Bank Central Asia (BBCA), Indah Kiat Pulp & Paper (INKP), serta Bumi Resources (BUMI).

IHSG Tembus 8.300: Investor Siap Happy Weekend atau Ada Jebakan?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pergerakan pasar modal domestik hari ini tak lepas dari pengaruh sejumlah rilis data penting, baik dari dalam maupun luar negeri. Keputusan Bank Indonesia (BI) kemarin, Kamis (19/2/2025), untuk kembali menahan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75% menjadi salah satu faktor utama. Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga dipertahankan masing-masing pada 3,75% dan 5,50%. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa keputusan ini konsisten dengan upaya stabilisasi di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Kebijakan ini, yang telah diprediksi oleh konsensus 12 lembaga/institusi, menandai kali kelima BI menahan suku bunga sejak pemangkasan terakhir pada September 2025. Ke depan, BI akan terus memperkuat transmisi kebijakan moneter dan makroprudensial, sembari mencermati ruang penurunan BI Rate lebih lanjut.

Dari perspektif analisis teknikal, posisi IHSG saat ini berada di area resistensi kunci setelah menyentuh Moving Average 20 (MA20) daily. Dengan penutupan candle merah pada perdagangan kemarin, ada potensi kerentanan terhadap koreksi. Analis Haluannews.id memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan pergerakan sideways dengan level support yang patut diantisipasi di area 7800. Namun, jika resistensi MA20 daily berhasil ditembus dengan kuat, terbuka peluang bagi IHSG untuk menutup gap yang ada di sekitar posisi 8700.

Di kancah global, sentimen pasar Asia-Pasifik pagi ini bergerak bervariasi. Wall Street semalam ditutup melemah, tertekan oleh penurunan saham perusahaan kredit swasta dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Prospek serangan AS terhadap Iran, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang akan mengambil keputusan dalam 10 hari ke depan, memicu lonjakan harga minyak. Minyak mentah AS naik 1,9% menjadi $66,57 per barel, sementara patokan global Brent melonjak 1,86% ke $71,66.

Di Asia, Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,12% dan Topix melemah 1,18%, setelah data inflasi Januari turun di bawah target 2% Bank Sentral Jepang untuk pertama kalinya dalam 45 bulan. Saham Sumitomo Pharma bahkan berfluktuasi tajam. Berbeda dengan Jepang, Indeks Kospi Korea Selatan berhasil melawan tren dengan kenaikan 1,02%, meskipun indeks Kosdaq untuk perusahaan berkapitalisasi kecil melemah. Pasar di Tiongkok daratan dan Hong Kong masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek, sementara Bank Sentral Tiongkok dijadwalkan merilis keputusan suku bunga pinjaman utama (LPR) hari ini. Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 sedikit turun di awal perdagangan.

Kombinasi sentimen domestik yang stabil dari keputusan BI dan dinamika pasar global yang kompleks, termasuk rilis data inflasi PCE AS hari ini, akan menjadi penentu arah IHSG selanjutnya. Investor diharapkan tetap cermat mencermati perkembangan terkini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar