Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sideways pada penutupan perdagangan Jumat (10/10), hanya naik tipis 0,08% ke level 8.257,86. Pergerakan indeks diwarnai aksi beli selektif investor asing, namun juga tekanan dari sektor perbankan.

Related Post
Meskipun IHSG cenderung datar, beberapa saham berhasil mencuri perhatian dengan kenaikan signifikan. BRPT, CUAN, dan TPIA menjadi motor penggerak utama (leading movers), sementara saham-saham perbankan seperti BBRI, BBCA, dan BMRI justru menjadi pemberat (lagging movers).

Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp1,18 triliun di pasar reguler, dan Rp728,64 miliar di seluruh pasar. Sektor transportasi menjadi bintang dengan kenaikan 3,04%, sementara sektor keuangan mengalami koreksi sebesar 1,26%.
Sentimen global turut mewarnai pergerakan IHSG. Larangan ekspor perangkat lunak AS mulai 1 November mendatang berpotensi menekan pasar saham domestik. Sektor-sektor berorientasi ekspor seperti nikel, CPO, dan batubara diperkirakan akan terkena dampak negatif.
Di tengah ketidakpastian, emiten telekomunikasi seperti ISAT, TLKM, dan EXCL dapat menjadi pilihan defensif. Selain itu, saham-saham tambang emas seperti BRMS, ARCI, ANTM, dan EMAS berpotensi diuntungkan oleh kenaikan harga emas sebagai aset safe haven.
Dari sisi korporasi, Anugrah Neo Energy Materials (ANEM) dikabarkan tengah mempersiapkan Initial Public Offering (IPO) dengan target dana minimal Rp5 triliun. ANEM juga mengakuisisi Multi Dinar Karya (MDK), operator tambang nikel di Sulawesi Tengah, untuk memperkuat rantai pasok.
Rekomendasi Saham Pilihan:
- Telkom Indonesia (TLKM)
- Buy: Rp 2960 – Rp 3000
- Target Price (TP): Rp 3040 – Rp 3100
- Stop Loss (SL): Rp 2780
- Chandra Asri Pacific (TPIA)
- Buy: Rp 7700 – Rp 7800
- TP: Rp 8100 – Rp 8300
- SL: Rp 7200
- Aneka Tambang (ANTM)
- Buy: Rp 3250 – Rp 3270
- TP: Rp 3350 – Rp 3400
- SL: Rp 3020
Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham di atas bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor, sesuai profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing. Investasi bijak adalah kunci.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar