Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia menunjukkan vitalitasnya pada Rabu (1/4/2026) dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang secara mengejutkan melonjak hampir 2%. Di balik euforia kenaikan ini, terungkap strategi menarik dari investor asing yang, meski secara agregat masih mencatat aksi jual bersih, justru melakukan akumulasi selektif pada saham-saham pilihan, terutama di sektor energi dan telekomunikasi.

Related Post
Data dari Haluannews.id menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 165,5 miliar pada hari tersebut, sebuah penurunan signifikan dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai Rp 1,28 triliun. Namun, di tengah tekanan jual tersebut, sejumlah emiten justru menjadi target buruan. Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) memimpin daftar dengan nilai beli bersih mencapai Rp 106,2 miliar. Disusul ketat oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang mengantongi net buy Rp 93,8 miliar, serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan akumulasi Rp 79,9 miliar. Fenomena ini mengindikasikan adanya strategi "bottom fishing" atau akumulasi pada saham-saham fundamental tertentu oleh investor asing, meskipun pasar secara umum masih diwarnai sentimen jual.

Kenaikan IHSG sendiri sangat impresif, ditutup menguat 136,22 poin atau nyaris 2% ke level 7.184,44. Sentimen positif melanda bursa, tercermin dari 494 saham yang menguat, berbanding 224 saham yang melemah, dan 240 saham yang stagnan. Aktivitas transaksi juga mulai menunjukkan gairah, dengan total nilai mencapai Rp 16,44 triliun, melibatkan 29,99 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun ikut terkerek, mencapai Rp 12.650 triliun, meskipun volume transaksi harian ini masih belum menyamai rata-rata awal tahun.
Mengutip data Refinitiv yang dianalisis Haluannews.id, seluruh sektor berhasil parkir di zona hijau, menandakan penguatan yang merata. Sektor utilitas memimpin dengan kenaikan 4%, diikuti oleh bahan baku (3,66%), dan konsumer non-primer (3,09%). Beberapa saham berkapitalisasi besar atau yang terafiliasi dengan konglomerat turut menjadi penopang utama lonjakan IHSG. PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) melesat 21,6% dan menyumbang 10,17 poin. Diikuti oleh Telkom (TLKM) dengan kontribusi 9,48 poin, Barito Renewables Energy (BREN) 9,26 poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 8,95 poin, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) 7,48 poin. Momentum ini diharapkan dapat menjadi pemicu optimisme pasar ke depan, meski kewaspadaan terhadap fluktuasi global tetap perlu dijaga.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar