IHSG Meroket di Penutupan Sesi 1, Akhir Ramadan Penuh Drama!

IHSG Meroket di Penutupan Sesi 1, Akhir Ramadan Penuh Drama!

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan Selasa, 17 Maret 2026. Meskipun sempat terpangkas dari penguatan di pagi hari, indeks acuan ini tetap menunjukkan performa positif di tengah dinamika pasar yang penuh tantangan.

COLLABMEDIANET

Pada akhir sesi 1, IHSG tercatat menguat 79,92 poin atau setara 1,14%, menutup perdagangan di level 7.102,21. Data transaksi menunjukkan dominasi saham yang menguat, dengan 504 saham naik, berbanding 210 saham yang melemah, dan 244 saham yang tidak bergerak. Total nilai transaksi jual beli mencapai angka fantastis Rp 10,95 triliun, melibatkan 15,71 miliar saham dalam 877.600 kali transaksi. Sepanjang sesi pertama, pergerakan IHSG berada dalam rentang 7.062,82 hingga 7.148,25. Kenaikan indeks ini turut mendongkrak kapitalisasi pasar, yang kini mencapai Rp 12.552 triliun.

IHSG Meroket di Penutupan Sesi 1, Akhir Ramadan Penuh Drama!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Fokus pasar siang ini tertuju pada perpindahan saham di pasar negosiasi yang mendominasi nilai transaksi. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat transaksi jumbo senilai Rp 3,65 triliun di pasar negosiasi. Sementara itu, di pasar reguler, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 1,48 triliun.

Berbeda dengan hari sebelumnya, mayoritas sektor pada perdagangan siang ini menunjukkan performa positif. Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan 3,25%. Kontributor utama terhadap kenaikan IHSG antara lain emiten konglomerat Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk (DCII), yang melambung 5,81% ke level Rp 209.000, menyumbang 11,41 poin indeks. Disusul oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) milik konglomerat Salim dan Agus Projosasmito dengan kontribusi 9,41 poin indeks, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang menyumbang 8,21 poin indeks.

Perdagangan hari ini juga menandai penutupan sesi terakhir IHSG selama bulan Ramadan 1447 H atau tahun 2026. Bagi para investor, Ramadan tahun ini mungkin meninggalkan kesan pahit, mengingat performa IHSG yang "babak belur" dan menyebabkan kerugian bagi banyak pihak. Dalam catatan Haluannews.id, sejak awal Ramadan pada 19 Februari 2026 hingga Senin kemarin (16/3/2026), IHSG telah anjlok hingga 15%. Statistik ini sangat kontras dengan tren lima tahun terakhir, di mana IHSG justru kerap menguat selama Ramadan. Sebagai perbandingan, pada Ramadan 2025, IHSG sempat terbang 3,8%.

Catatan buruk lainnya adalah dominasi penutupan di zona merah. Dari total 18 hari perdagangan selama Ramadan tahun ini, IHSG hanya berhasil menguat lima kali, sementara sisanya atau 72% berakhir dengan pelemahan. Laju IHSG juga terjun bebas dari level 8.310 sehari sebelum Ramadan, menjadi 7.022,88 pada penutupan Senin kemarin.

Selama Ramadan kali ini, kesabaran investor diuji oleh berbagai sentimen negatif, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya adalah penurunan outlook rating dari Moody’s dan Fitch Rating, proyeksi defisit APBN, hingga puncaknya meletusnya perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari. IHSG bahkan sempat anjlok 4,57% pada 4 Maret 2026, setelah harga minyak melonjak menembus level US$ 100 untuk pertama kalinya sejak tahun 2022.

Tekanan terhadap IHSG selama Ramadan ini diawali oleh gejolak yang dipicu keputusan MSCI untuk membekukan indeks pasar saham Indonesia. Situasi ini kemudian direspons oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melakukan reformasi pasar. Setelah tekanan MSCI mereda, eskalasi geopolitik kembali memanas akibat konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Dalam perkembangan terkini, beberapa sekutu Amerika Serikat menolak seruan Donald Trump pada Senin untuk mengirim kapal perang guna mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz. Penolakan ini memicu kritik dari mantan presiden AS tersebut, yang menuduh para mitra Barat tidak tahu berterima kasih setelah puluhan tahun mendapat dukungan dari Washington. Perang AS-Israel melawan Iran kini memasuki minggu ketiga tanpa tanda-tanda akan segera berakhir. Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% aliran minyak dan gas alam cair dunia, masih sebagian besar tertutup, sehingga memicu kenaikan harga energi dan kekhawatiran akan inflasi global.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar