IHSG Meroket! Dekati 7.400

IHSG Meroket! Dekati 7.400

Haluannews Ekonomi – Jakarta, Haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan ini dengan kinerja gemilang. Jumat (29/11/2024), IHSG melesat 0,95% ke level 7.382,79, sekaligus menorehkan kenaikan signifikan 3,77% sepanjang pekan dari posisi penutupan pekan lalu di angka 7.114,26. Kenaikan ini semakin mendekatkan IHSG ke level psikologis 7.400.

COLLABMEDIANET

Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume transaksi lebih dari 16,15 miliar lembar saham dan frekuensi mencapai 1,11 juta kali. Nilai transaksi total mencapai Rp 8,63 triliun. Dari 789 saham yang diperdagangkan, 316 saham menguat, 259 saham melemah, dan 214 saham stagnan.

IHSG Meroket! Dekati 7.400
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sektor unggulan yang menjadi penggerak utama IHSG adalah sektor Utilities yang meroket hingga 12,15%. Disusul sektor Real Estate dan Basic Materials yang masing-masing naik 6,15% dan 1,13%. Sektor Consumer Cyclicals juga berkontribusi positif dengan kenaikan 0,753%, diikuti Industrials (0,49%), Energy (0,24%), Technology (0,05%), dan Consumer Non-Cyclicals (0,02%). Hanya sektor Keuangan dan Kesehatan yang tergerus, masing-masing turun 0,85% dan 0,1%.

Beberapa saham emiten besar turut menyumbang signifikan terhadap penguatan IHSG. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu misalnya, memberikan kontribusi sebesar 38,05 poin dan 11,09 poin indeks. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) juga ikut andil dengan kenaikan 9,28 poin. Dari sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk masing-masing menambahkan 7,24 poin dan 6,70 poin.

Kenaikan IHSG terjadi di tengah penurunan cadangan devisa Indonesia sekitar US$1 miliar dibandingkan akhir Oktober 2024, menjadi US$150,2 miliar. Meskipun demikian, Bank Indonesia tetap optimistis, menyatakan cadangan devisa tersebut masih memadai untuk membiayai 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri. Optimisme ini didukung prospek ekspor yang cerah dan proyeksi surplus neraca transaksi modal serta finansial.

Pemerintah juga memberikan sinyal positif melalui rencana kenaikan PPN menjadi 12% untuk barang mewah mulai tahun depan. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi. Sementara itu, pasar global menantikan rilis data ketenagakerjaan AS yang akan memberikan gambaran arah kebijakan moneter The Fed. Kombinasi sentimen positif domestik dan ekspektasi global inilah yang menjadi pendorong utama penguatan IHSG hari ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar