Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berjaya, mendekati level psikologis 6.800. Penguatan ini terjadi di tengah rilis laporan keuangan emiten perbankan kuartal pertama 2025 dan bertepatan dengan 100 hari pemerintahan Donald Trump periode keduanya. Pada perdagangan Rabu (30/4/2025), IHSG ditutup menguat 0,44% atau 29,53 poin ke level 6.748,99.

Related Post
Nilai transaksi terbilang ramai, mencapai Rp 6,96 triliun dengan volume 12,59 miliar saham diperdagangkan melalui 728.947 transaksi. Saham-saham blue chip menjadi penggerak utama, dengan BBCA berkontribusi terbesar, mencapai 13,65 poin indeks. AMMN, KLBF, TPIA, dan AMRT turut menyokong kinerja positif IHSG hari ini.

Momentum positif ini terjadi di tengah bayang-bayang kebijakan proteksionis Trump yang lebih agresif dibandingkan periode sebelumnya. Pengenaan tarif universal 10% untuk seluruh impor ke AS dan tarif tambahan ratusan persen untuk produk China sempat menimbulkan kekhawatiran. Ancaman tarif resiprokal terhadap lebih dari 160 negara, meskipun ditangguhkan, masih memicu kecemasan global. Indonesia sendiri tengah bernegosiasi terkait tarif resiprokal 32% yang dijatuhkan AS.
Namun, rilis laporan keuangan perbankan yang positif dan memenuhi ekspektasi pasar tampaknya mampu menetralisir sentimen negatif tersebut. Hal ini menunjukkan resiliensi pasar modal Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi yang solid dan kinerja emiten yang baik menjadi faktor kunci di balik penguatan IHSG. Apakah tren positif ini akan berlanjut? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar