Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap gas di awal perdagangan Kamis (16/1/2025), melesat lebih dari 1% setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan. Pembukaan perdagangan hari ini menunjukkan IHSG melonjak 1,41% ke posisi 7.179,67, mendekati level psikologis 7.200. Nilai transaksi mencapai Rp 1,3 triliun dengan volume 728 juta lembar saham dan 59.082 kali transaksi.

Related Post
Kejutan positif datang dari dua arah: keputusan BI menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%, penurunan pertama tahun ini setelah sebelumnya dilakukan pada September 2024; dan meredanya inflasi di Amerika Serikat (AS). Hal ini membuka peluang IHSG untuk menembus level psikologis 7.100.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan penurunan BI Rate selaras dengan kebijakan ‘prostabilitas dan progrowth’, menimbang dinamika global dan domestik, termasuk arah kebijakan pemerintah AS dan Fed Fund Rate (FFR). BI memperkirakan penurunan FFR hanya sekali tahun ini, memberikan gambaran pergerakan dolar indeks (DXY). Di sisi domestik, inflasi rendah dan nilai tukar rupiah yang stabil menjadi pertimbangan utama. Survei ekonomi BI juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sedikit melambat di 2024, membuat penurunan suku bunga dinilai tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, pejabat Federal Reserve (The Fed) AS menyatakan inflasi terus mereda, meskipun ada ketidakpastian. Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) akhir 2024 menunjukkan kenaikan harga (kecuali makanan dan energi) turun menjadi 3,2% di Desember dari 3,3% di November. Para ekonom memperkirakan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Desember akan melemah, bahkan di bawah target 2% The Fed. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya pada 4,25%-4,50% di pertemuan 28-29 Januari. Penurunan suku bunga BI mendorong penguatan saham perbankan berkapitalisasi besar.










Tinggalkan komentar