IHSG Melesat, RI Bergerak Cepat Hadapi ‘Pembekuan’ MSCI & Utang!

IHSG Melesat, RI Bergerak Cepat Hadapi 'Pembekuan' MSCI & Utang!

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada perdagangan Kamis pagi (12/2/2026), dibuka menguat 0,16% atau 12,88 poin ke level 8.303,85. Namun, di balik optimisme pasar yang tercermin dari kenaikan ini, Indonesia tengah berjibaku dengan serangkaian tantangan krusial yang menuntut respons cepat dari otoritas, mulai dari isu transparansi pasar modal hingga penyesuaian prospek utang negara oleh lembaga pemeringkat global.

COLLABMEDIANET

Data Haluannews.id mencatat, dinamika pasar pagi ini diwarnai oleh 377 saham yang menguat, 99 melemah, dan 482 stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 557,5 miliar, melibatkan 1,09 miliar saham dalam 75.180 kali transaksi, mendorong kapitalisasi pasar melesat hingga Rp 15.097 triliun. Meski demikian, sorotan utama para investor tertuju pada upaya pemulihan kepercayaan di tengah tekanan terhadap integritas pasar modal serta revisi pandangan lembaga pemeringkat internasional terhadap prospek fiskal Indonesia.

IHSG Melesat, RI Bergerak Cepat Hadapi 'Pembekuan' MSCI & Utang!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menyikapi "pembekuan" penyesuaian indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI akibat isu transparansi, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah proaktif. Pada Rabu (11/2/2026), BEI menggelar pertemuan lanjutan dengan penyedia indeks global tersebut. Direktur Pengembangan Bisnis BEI, Jeffrey Hendrik, memaparkan secara detail tiga rencana aksi strategis yang dirancang untuk menjawab kekhawatiran investor global, khususnya dalam meningkatkan keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham emiten.

Salah satu inisiatif penting yang dibahas adalah rencana penerbitan daftar konsentrasi pemegang saham (shareholders concentration list), sebuah mekanisme yang mengadopsi praktik serupa di bursa saham Hong Kong. Tujuannya adalah memberikan sinyal awal kepada publik mengenai saham-saham yang memiliki porsi kepemilikan publik terbatas, sehingga meminimalisir risiko. BEI menargetkan publikasi data pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen, bersamaan dengan daftar risiko konsentrasi tersebut, pada akhir Februari atau awal Maret mendatang. Selain itu, kemajuan penyediaan data investor yang lebih granular diharapkan dapat diakses pada akhir Maret.

Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa meskipun pertemuan dengan MSCI bersifat tertutup karena masih banyak detail teknis yang perlu diselaraskan, seluruh proposal perbaikan yang disampaikan nantinya akan didistribusikan kepada penyedia indeks global lainnya serta kepada publik. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan integritas pasar dan memastikan implementasi aturan free float sebesar 15% dapat berjalan efektif, demi meningkatkan kualitas dan daya tarik pasar modal domestik.

Di sisi lain, sektor fiskal Indonesia juga menjadi perhatian serius. Presiden Prabowo Subianto menanggapi laporan terbaru dari lembaga pemeringkat Moody’s yang menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari Stabil menjadi Negatif. Sebagai respons cepat, Presiden menginstruksikan jajaran menteri ekonominya untuk segera menggelar acara "Indonesia Economic Outlook" pada Jumat (13/2/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa forum ini akan menjadi platform bagi pemerintah untuk memberikan klarifikasi komprehensif kepada lembaga pemeringkat internasional, termasuk Moody’s, Fitch, dan S&P, mengenai fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya. Dalam forum tersebut, pemerintah berencana memaparkan strategi konkret terkait proyeksi peningkatan penerimaan negara, serta menjelaskan pembentukan dan operasional Danantara, entitas baru yang diharapkan menjadi motor penggerak dalam pengelolaan aset negara untuk mendukung ketahanan fiskal jangka panjang.

Airlangga menegaskan, langkah-langkah strategis ini diambil untuk menepis keraguan pasar dan lembaga pemeringkat terhadap kemampuan pemerintah dalam mengelola risiko fiskal dan menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global yang terus bergejolak.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar