IHSG Melejit ke Level Psikologis 8.000: Ini Kunci Penguatnya!

IHSG Melejit ke Level Psikologis 8.000: Ini Kunci Penguatnya!

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (9/2/2026) dengan performa impresif, melonjak 1,22% atau setara 96,61 poin, kembali bertengger di level psikologis 8.031,87. Kenaikan signifikan ini menandai optimisme pasar yang kuat di tengah dinamika ekonomi domestik dan global.

COLLABMEDIANET

Aktivitas perdagangan hari ini mencatat dominasi saham yang menguat, dengan 433 emiten membukukan kenaikan, berbanding 252 yang melemah, dan 136 lainnya stagnan. Total nilai transaksi menembus angka Rp 17,75 triliun, melibatkan perputaran 40,54 miliar saham dalam 2,27 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar turut terkerek, mencapai Rp 14.567 triliun, mencerminkan peningkatan valuasi pasar secara keseluruhan.

IHSG Melejit ke Level Psikologis 8.000: Ini Kunci Penguatnya!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara sektoral, mayoritas menunjukkan kinerja positif, dengan sektor energi, barang baku, dan properti menjadi primadona dengan apresiasi terbesar. Sebaliknya, hanya sektor kesehatan dan finansial yang harus menghadapi tekanan jual sepanjang sesi perdagangan.

Penguatan IHSG tak lepas dari kontribusi signifikan saham-saham konglomerat. Emiten tambang batu bara Grup Sinar Mas (DSSA) menjadi penyumbang poin indeks terbesar, diikuti oleh tambang emas Grup Saratoga (EMAS) dan tambang emas Grup Bakrie (BRMS). Sejumlah emiten lain yang turut menopang lonjakan indeks antara lain DCII, AMMN, MDKA, PANI, AMRT, BUVA, dan BUMI. Kenaikan harga saham yang mencolok dibukukan oleh EMAS (15%), RATU (13%), PANI (10%), DSSA (9%), DEWA (8%), BRMS (7%), MDKA (7%), dan BUMI (6%).

Di sisi lain, saham-saham blue chip, khususnya dari sektor perbankan, justru menjadi penekan utama. Bank Central Asia (BBCA) tercatat sebagai penyumbang pelemahan terbesar pada IHSG hari ini, sedikit meredam laju kenaikan indeks.

Agenda Ekonomi Krusial dan Tekanan Domestik

Pekan ini, para pelaku pasar keuangan akan dihadapkan pada jadwal padat rilis data ekonomi makro dari berbagai negara ekonomi utama dunia. Investor akan mencermati indikator-indikator penting dari Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan China yang akan dirilis secara berurutan. Data-data ini sangat krusial karena akan memberikan gambaran terkini mengenai daya beli masyarakat, stabilitas harga, dan kondisi pasar tenaga kerja, yang semuanya menjadi landasan bagi kebijakan bank sentral. Pergerakan pasar saham dan nilai tukar diperkirakan akan merespons kuat realisasi data-data tersebut, membentuk konsensus pasar setelah dinamika domestik yang cukup volatil.

Sebelumnya, pasar keuangan domestik sempat dihantui tekanan setelah Moody’s Investors Service (Moody’s) menurunkan peringkat outlook kredit Indonesia menjadi negatif dari stabil. Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa perubahan outlook tersebut disebabkan oleh kurangnya penjelasan mengenai lembaga pengelola investasi baru, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Airlangga juga menyoroti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini yang "agak berbeda" karena mengakomodasi banyak program unggulan pemerintahan baru, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan pelayanan masyarakat. Ia menambahkan, penggerak pertumbuhan kini akan lebih banyak melalui investasi via Danantara, bukan lagi sepenuhnya dari APBN. Kehadiran Danantara diharapkan dapat mereformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar dapat beroperasi lebih efisien layaknya sektor swasta.

Geliat Pasar Global: Jepang Memimpin Reli Asia

Di kancah global, pasar saham Jepang mencatat lonjakan bersejarah pada Senin, memimpin penguatan di kawasan Asia. Kenaikan ini dipicu oleh kemenangan telak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pemilihan umum. Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa berhasil mengamankan supermajority atau dua pertiga kursi dari total 465 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, demikian dilaporkan oleh penyiar publik NHK.

Menurut Sree Kochugovindan, ekonom riset senior di Aberdeen Investments, kemenangan Takaichi merupakan "hasil terbaik" bagi pasar dalam jangka menengah, mengingat rencana investasi strategis dan reformasi pajak yang akan memperkuat pasar ekuitas. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat lebih dari 5,6%, melampaui level 57.000 untuk pertama kalinya, sementara Topix juga naik lebih dari 3%, mencetak rekor tertinggi. Yen Jepang turut menguat menjadi 156,88 terhadap dolar AS. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang jangka 10 tahun naik hampir 4 basis poin menjadi 2,274%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Jepang jangka 20 tahun bertambah sekitar 3 basis poin menjadi 3,158%.

Crédit Agricole CIB dalam catatannya menyebutkan bahwa pemerintahan Takaichi kini memiliki momentum yang lebih kuat untuk mendorong kebijakan fiskal proaktif, didukung oleh mandat publik yang jelas. Presiden AS Donald Trump bahkan menyampaikan ucapan selamat kepada Takaichi melalui unggahan di TruthSocial, memuji keputusan berani Takaichi untuk menyerukan pemilu yang membuahkan hasil besar. Pemilu ini sendiri menyusul gejolak politik tahun lalu, di mana LDP kehilangan mayoritas di Majelis Tinggi dan kekalahan di Majelis Rendah pada tahun 2024 yang menyebabkan pengunduran diri Perdana Menteri saat itu, Shigeru Ishiba.

Pasar Asia lainnya juga turut diperdagangkan lebih tinggi. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 4,15%, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil bertambah 2,97%. Di Australia, S&P/ASX 200 naik 1,65% pada perdagangan awal. Kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong berada di 27.053, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir indeks di 26.559,95.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar