Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia kembali dihadapkan pada pekan krusial setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (20/02) dengan koreksi tipis 0,03% ke level 8.271,77. Pergerakan yang relatif datar ini menempatkan IHSG pada persimpangan teknikal yang menarik, di mana sejumlah analis melihat potensi penguatan signifikan atau konsolidasi yang lebih dalam, didukung oleh dinamika aliran dana dan aksi korporasi emiten-emiten besar.

Related Post
Pada penutupan pekan lalu, meskipun IHSG hanya bergerak tipis, beberapa saham menunjukkan performa menonjol. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin penguatan dengan kenaikan 1,86%, diikuti oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang melesat 2,93%, serta PT MD Pictures Tbk (FILM) yang mencatatkan lonjakan impresif 9,49%. Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSSA) yang terkoreksi 2,03%, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah 2,26%, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 3,81%.

Dari sisi pergerakan modal, investor asing membukukan penjualan bersih sekitar Rp360,91 miliar di pasar reguler. Namun, secara keseluruhan pasar masih mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp240,52 miliar, menunjukkan adanya penopang dari investor domestik atau di pasar negosiasi. Secara sektoral, tujuh dari sebelas sektor berakhir di zona merah, dengan sektor Konsumen Non-Siklikal menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 1,53%. Di sisi lain, sektor Infrastruktur menjadi bintang dengan kenaikan 0,92%, mengindikasikan minat investor pada sektor-sektor yang terkait pembangunan. Aksi beli investor global juga terpantau menopang aset berbasis Indonesia, tercermin dari penguatan ETF EIDO dan kenaikan indeks MSCI Indonesia.
Secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini berada di titik krusial, tertahan oleh level resistance Moving Average 20 (MA20) harian. Jika indeks gagal menembus level 8400, ada potensi untuk bergerak konsolidasi dengan level support yang diantisipasi di 7800. Namun, jika momentum penguatan mampu menembus resistance tersebut, IHSG berpeluang menutup "gap" dan melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya di level 8700. Ini menandakan pekan yang sangat menentukan bagi arah pasar.
Di tengah dinamika pasar, sejumlah aksi korporasi menarik perhatian. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melalui anak usahanya, Krakatau Pipe Industries, berpotensi mengantongi kontrak senilai sekitar Rp4,10 triliun. Kontrak jumbo ini berasal dari Proyek Strategis Nasional (PSN) pipa gas transmisi Dumai–Sei Mangkei, yang membutuhkan sekitar 83.000 ton pipa untuk jaringan sepanjang 541 kilometer. Dengan total nilai investasi proyek mencapai Rp6,30 triliun, sekitar 60%–65% dari alokasi dana akan digunakan untuk material pipa yang seluruhnya akan dipasok oleh grup Krakatau Steel. Distribusi pipa akan dilakukan secara bertahap melalui jalur darat dan laut, dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per pengiriman. Perusahaan menargetkan pengiriman selesai tahun ini agar pembangunan oleh konsorsium KSO berjalan sesuai rencana, dengan target penyelesaian konstruksi pada 2027 dan operasional penuh pada 2028. Proyek ini jelas menjadi katalis positif yang signifikan bagi kinerja KRAS.
Sementara itu, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) juga mengumumkan rencana strategis berupa penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD). Perusahaan akan menerbitkan 8,28 miliar saham baru Seri B dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham, berpotensi menghimpun dana hingga Rp414 miliar. Mayoritas dana tersebut, sekitar Rp413,94 miliar, akan dialokasikan untuk pengambilalihan 61,86% saham Jungleland Asia, sedangkan sisanya akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja. Rencana ini masih menanti persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 31 Maret mendatang, yang berpotensi mengubah lanskap bisnis JGLE di sektor properti dan rekreasi.
Menyikapi kondisi pasar dan prospek emiten, Mega Capital Sekuritas melalui Haluannews.id memberikan daftar saham pilihan yang patut dicermati investor hari ini. Analisis mendalam disajikan untuk membantu investor mengambil keputusan yang tepat.
Penting untuk diingat, segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor, disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Berinvestasilah secara bijak.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar