Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan catatan penting di pasar modal Indonesia. Pada penutupan perdagangan Rabu (7/1), indeks acuan ini berhasil menguat tipis 0,13% ke level 8.944,81, sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi investor di tengah fluktuasi ekonomi global yang dinamis.

Related Post
Pergerakan IHSG pada hari tersebut didukung oleh performa gemilang beberapa saham berbasis komoditas. Saham DSSA melonjak 5,12%, ANTM melesat signifikan 11,59%, dan AMMN menguat 2,90%, menunjukkan minat investor yang kuat pada sektor energi dan pertambangan. Namun, tidak semua saham bernasib sama. Tekanan jual terlihat pada BRMS yang terkoreksi 4,28%, COIN yang melemah tajam 11,31%, serta BRPT yang turun 3,17%, mengindikasikan adanya rotasi sektoral atau aksi profit taking di beberapa emiten yang telah mencatatkan kenaikan substansial.

Dari sisi aliran dana, kepercayaan investor asing terhadap pasar domestik masih cukup kuat. Tercatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar Rp229,83 miliar di pasar reguler. Secara agregat di seluruh pasar, nilai beli bersih asing mencapai Rp201,16 miliar, menandakan arus modal masuk yang berkelanjutan dan menopang likuiditas pasar.
Dinamika sektoral juga menunjukkan gambaran yang bervariasi. Dari sebelas sektor yang ada, hanya lima di antaranya yang berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau. Sektor industri memimpin penguatan dengan kenaikan tertinggi sebesar 2,40%, mencerminkan optimisme terhadap prospek manufaktur dan pemulihan ekonomi. Sebaliknya, sektor transportasi menjadi yang paling tertekan, mencatat penurunan 1,83%, mungkin dipengaruhi oleh sentimen tertentu atau koreksi setelah kenaikan sebelumnya.
Di ranah korporasi, dua berita menarik menjadi sorotan utama. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) secara resmi melepas lini bisnis teh "Sariwangi" kepada Savoria Kreasi Rasa, sebuah entitas afiliasi Grup Djarum. Transaksi senilai Rp1,50 triliun ini ditargetkan rampung pada awal Maret mendatang. Manajemen UNVR menyatakan bahwa pelepasan ini merupakan langkah strategis yang tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja operasional perseroan, mengingat kontribusi Sariwangi yang relatif kecil terhadap pendapatan, laba bersih, dan aset. Menariknya, meskipun nilai transaksi setara sekitar 45% dari ekuitas UNVR berdasarkan laporan keuangan sembilan bulan 2025, transaksi ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), menunjukkan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan strategis.
Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) telah merealisasikan pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp429,99 miliar. Sebanyak 790,69 juta saham telah dibeli kembali pada kisaran harga Rp430 hingga Rp645 per saham. Realisasi ini setara dengan 45,20% dari total alokasi dana buyback sebesar Rp950 miliar. Sisa dana sekitar Rp520 miliar masih dapat dimanfaatkan hingga 19 Februari. Aksi korporasi ini berhasil menurunkan jumlah saham beredar sekitar 1,94% dari sebelumnya 40,69 miliar saham, berpotensi meningkatkan nilai saham per lembar dan kepercayaan investor terhadap manajemen.
Menyikapi pergerakan pasar dan sentimen korporasi yang ada, tim analis Haluannews.id merekomendasikan lima saham pilihan yang patut dicermati untuk potensi keuntungan pada perdagangan berikutnya:
-
AADI
- Buy 7275-7350
- TP 7450-7600
- SL 6950
-
GGRM
- Buy 14800-14900
- TP 15250-15675
- SL 14050
-
KRAS
- Buy 340-346
- TP 354-362
- SL 320
-
AUTO
- Buy 2730-2760
- TP 2800-2890
- SL 2580
-
UNIQ
- Buy 324-328
- TP 334-342
- SL 304
Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor, disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Berinvestasilah dengan bijak.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar