Haluannews Ekonomi – Lanskap pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik pada penutupan perdagangan Kamis (20/02). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah, ditutup pada level 8.274, menandai pelemahan signifikan. Di sisi lain, nilai tukar Rupiah menunjukkan ketahanan yang patut diapresiasi, tetap bertengger di kisaran Rp 16.800-an per Dolar Amerika Serikat, menahan tekanan lebih lanjut.

Related Post
Pergerakan pasar yang kontras ini terjadi di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi, serta keputusan Bank Indonesia (BI) yang konsisten mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%. Kebijakan ini, meski bertujuan menjaga stabilitas, turut menjadi salah satu faktor yang dianalisis investor dalam menentukan arah investasi.

Lantas, bagaimana para investor sebaiknya menyikapi fluktuasi ini? Sektor-sektor mana saja yang masih menawarkan prospek cerah di tengah volatilitas pasar? Pertanyaan krusial ini menjadi sorotan dalam dialog eksklusif Maria Katarina bersama Equity Analyst Haluannews.id, Susi Setiawati, dalam program Closing Bell Haluannews.id.
Menurut analisis Susi Setiawati, di tengah kondisi pasar yang menantang, investor disarankan untuk melirik sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan relatif tahan banting terhadap gejolak ekonomi. Sektor konsumer primer, misalnya, cenderung stabil karena permintaan akan produk kebutuhan pokok tidak banyak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro. Selain itu, sektor kesehatan juga kerap menjadi pilihan defensif, mengingat kebutuhan akan layanan kesehatan yang esensial dan tidak terpengaruh siklus ekonomi.
Tidak hanya itu, sektor-sektor yang diuntungkan oleh tren digitalisasi dan infrastruktur, meskipun mungkin lebih sensitif terhadap sentimen pasar, tetap memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang menarik bagi investor dengan profil risiko yang lebih berani. Transformasi digital dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan diyakini akan terus mendorong kinerja sektor-sektor terkait.
Analisis mendalam terhadap kinerja keuangan perusahaan, prospek industri, serta kebijakan moneter dan fiskal, menjadi kunci bagi investor untuk membuat keputusan yang tepat dan mengoptimalkan portofolio investasi mereka di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar