IHSG Ambruk! Raksasa Perbankan Terkapar

IHSG Ambruk! Raksasa Perbankan Terkapar

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk di zona merah pada perdagangan sesi I Selasa (17/12/2024). Penurunan ini terjadi di tengah respon pasar terhadap kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% dan rencana pemerintah memberikan insentif.

COLLABMEDIANET

Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG melemah 0,66% ke posisi 7.211,04, masih berada di level psikologis 7.200. Namun, jika koreksi berlanjut, potensi penurunan hingga level 7.100 cukup besar. Nilai transaksi sesi I mencapai sekitar Rp 5 triliun, melibatkan 9,4 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 607.409 kali. Dari 680 saham yang diperdagangkan, 170 saham menguat, 398 melemah, dan sisanya stagnan.

IHSG Ambruk! Raksasa Perbankan Terkapar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sektor industri menjadi penekan terbesar IHSG, mencapai 2,08%. Emiten perbankan raksasa kembali menjadi biang keladi, dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebagai penekan terberat, mencapai 10,1 indeks poin. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga ikut membebani IHSG sebesar 5,7 indeks poin.

Ketidakpastian pasar masih berpusat pada rencana kenaikan PPN dan insentif pemerintah. Pemerintah akan menaikkan tarif PPN menjadi 12% per 1 Januari 2025, namun barang kebutuhan pokok dan jasa pendidikan serta kesehatan tetap dibebaskan. Insentif PPh pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) juga diberikan untuk pekerja di sektor padat karya tertentu.

Namun, fokus utama pasar tertuju pada keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan Kamis dini hari waktu Indonesia. The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga seperempat poin, menjadi pemotongan ketiga berturut-turut. Peluang penurunan sebesar 25 basis poin mencapai 95,4%, menurut perangkat FedWatch. Keputusan ini akan sangat mempengaruhi pergerakan IHSG.

Haluannews.id Research
[email protected]

Sanggahan: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berupa pandangan Haluannews.id Research. Analisis ini bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan investasi sepenuhnya ada pada pembaca.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar