Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menukik tajam pada perdagangan Jumat (20/6/2025), ditutup melemah 0,72% atau 50 poin ke level 6.918,24. Pelemahan intraday bahkan sempat menyentuh 1,36% ke angka 6.873,72. Mayoritas sektor ambles, kecuali teknologi dan energi yang masih menunjukkan sedikit apresiasi. Sektor properti, utilitas, dan barang baku menjadi yang paling terpukul. Saham-saham big caps dan perbankan menjadi beban utama, sementara beberapa saham konglomerat justru menguat.

Related Post
Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menunjuk beberapa faktor penyebab penurunan IHSG. Ketidakpastian global yang tinggi akibat negosiasi tarif AS dan konflik Timur Tengah membuat bank sentral dunia, termasuk The Fed, BoE, dan BI, mengambil langkah yang membuat investor resah. Secara teknikal, IHSG masih dalam fase konsolidasi bearish, ditandai dengan indikator Stochastics K_D dan RSI yang negatif. Kebijakan mempertahankan suku bunga acuan dan revisi proyeksi ekonomi juga turut mempengaruhi sentimen pasar.

Ekspektasi pembicaraan AS, Uni Eropa, dan Iran pada Jumat lalu, yang diharapkan meredakan konflik, belum cukup menenangkan pasar. "Eskalasi konflik Iran dan Israel berpotensi berdampak serius pada industri manufaktur nasional akibat lonjakan biaya produksi, gangguan logistik, dan terganggunya rantai pasok," ujar Nafan.
Hal senada disampaikan Maximilianus Nicodemus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas. Potensi perang, terutama dengan kemungkinan keterlibatan Trump, meningkatkan tensi geopolitik dan mengancam pertumbuhan ekonomi global. "Jika Amerika ikut campur, tekanan akan jauh lebih besar. Investor akan khawatir selama dua minggu ke depan," jelasnya.
Kecemasan ini membuat investor cenderung wait and see, bahkan merealisasikan keuntungan atau mengalihkan aset ke obligasi. Sentimen positif berubah negatif, menekan IHSG lebih dalam. Situasi ini menjadi peringatan bagi investor untuk cermat dalam mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian geopolitik yang tinggi.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar