IHSG Ambles! Aksi The Fed dan BI Tak Mampu Selamatkan Pasar

IHSG Ambles! Aksi The Fed dan BI Tak Mampu Selamatkan Pasar

Haluannews Ekonomi – Kejutan terjadi di pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menguat di sesi pertama, justru berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Kamis (18/9/2025). IHSG ditutup melemah 0,21% atau 16,75 poin ke level 8.008,43. Pergerakan IHSG sepanjang hari berada di rentang 7.999,52 hingga 8.068,01. Nilai transaksi mencapai Rp 21,34 triliun dengan volume perdagangan 42 miliar saham yang berpindah tangan melalui 2,38 juta transaksi. Dari 956 saham yang diperdagangkan, 421 saham berada di zona merah, 287 saham menguat, dan 248 saham stagnan.

COLLABMEDIANET

Meskipun sentimen positif bertebaran, IHSG tetap tertekan. Keputusan The Fed yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 4,00-4,25%, dan sinyal dua kali pemangkasan lagi ke depan, tak mampu menahan laju penurunan. Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) juga memangkas BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%, Deposit Facility turun 50 bps menjadi 3,75%, dan Lending Facility turun 25 bps menjadi 5,50%. Pemangkasan suku bunga BI ini merupakan yang paling agresif sejak pandemi Covid-19, dengan total pemangkasan mencapai 125 basis poin sepanjang tahun ini.

IHSG Ambles! Aksi The Fed dan BI Tak Mampu Selamatkan Pasar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, aksi korporasi justru menjadi sorotan. Saham-saham milik Prajogo Pangestu sempat menjadi penggerak utama kenaikan di sesi pertama, dengan BRPT naik 16,94% dan PTRO melesat 14,7%. Akan tetapi, di sesi kedua, dua bank besar, BBCA dan BMRI, menjadi penarik utama penurunan IHSG. BBCA menjadi pemberat utama dengan kontribusi negatif 10,71 poin indeks, ditutup melemah 1,91% di level 7.700. BMRI juga turut menekan dengan penurunan 2% dan kontribusi negatif 7 poin indeks. Sektor keuangan menjadi sektor yang paling tertekan, turun 1,1%, disusul sektor konsumer primer (-1,03%) dan properti (-0,52%).

Fenomena ini menunjukkan kompleksitas pasar saham yang tak hanya dipengaruhi oleh kebijakan moneter, tetapi juga dinamika sektoral dan sentimen pasar. Meskipun ada sentimen positif dari pemangkasan suku bunga, tekanan jual di saham-saham besar mampu membalikkan arah IHSG. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi investor dalam menyusun strategi investasi ke depan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar