Haluannews Ekonomi – Awal tahun 2026 menjadi periode penuh tantangan bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHG) sempat merosot tajam hingga ke bawah level 8.000 di awal Februari 2026, memicu kekhawatiran di kalangan investor. Namun, di tengah gejolak yang mendorong pelemahan ini, BPJamsostek sebagai salah satu investor institusi terbesar di Tanah Air, menunjukkan sikap tenang dan terukur dalam menghadapi volatilitas pasar.

Related Post
Direktur Pengembangan BPJamsostek, Edwin Ridwan, dalam dialognya di program Power Lunch Haluannews.id pada Rabu (18/02/2026), menilai bahwa fluktuasi dan volatilitas pasar yang cukup tinggi adalah hal yang wajar dalam merespons berbagai perkembangan isu dan sentimen global maupun domestik. "Kami memahami bahwa dinamika pasar adalah bagian inheren dari investasi. Dengan dana kelolaan yang sangat besar, BPJamsostek tidak akan bersikap reaktif terhadap pergerakan pasar jangka pendek," tegas Edwin.

Edwin Ridwan menjelaskan bahwa pengelolaan investasi BPJamsostek di pasar modal dilakukan dengan prinsip kehati-hatian yang tinggi. Strategi yang diterapkan mencakup menjaga arus kas (cashflow) tetap kuat, sembari secara aktif mencari dan memanfaatkan peluang investasi yang prospektif. Peluang ini tidak hanya dilihat dalam horizon jangka pendek, tetapi juga untuk periode menengah dan panjang, termasuk alokasi yang cermat pada instrumen saham.
"Kami terus memantau pasar dengan seksama, mengidentifikasi potensi pertumbuhan di berbagai sektor yang fundamentalnya kuat. Saham tetap menjadi salah satu instrumen yang kami pertimbangkan dengan matang, tentunya dengan analisis risiko yang komprehensif dan diversifikasi yang tepat," tambah Edwin, mengindikasikan bahwa meskipun pasar bergejolak, instrumen ekuitas masih memiliki daya tarik dan potensi keuntungan bagi BPJamsostek jika dikelola secara strategis.
Pendekatan proaktif namun hati-hati ini menegaskan komitmen BPJamsostek untuk mengelola dana peserta secara optimal di tengah ketidakpastian ekonomi, memastikan keberlanjutan investasi demi kesejahteraan pekerja Indonesia. Untuk detail lebih lanjut mengenai strategi investasi BPJamsostek menghadapi gejolak pasar keuangan RI, tayangan Power Lunch Haluannews.id pada 18 Februari 2026 menyajikan ulasan mendalam.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar