Haluannews Ekonomi – Skandal gagal bayar yang membelit PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) sejak tahun 2019 hingga kini masih menjadi sorotan tajam, dengan penyelesaian yang belum juga terlihat. Di tengah penantian panjang para korban, salah satu figur kunci dalam pusaran kasus ini, Evelina F. Pietruschka, masih berstatus buron dan menjadi target perburuan aparat penegak hukum Indonesia yang bekerja sama dengan Interpol. Ironisnya, Evelina beserta beberapa anggota keluarganya diduga menikmati gaya hidup mewah di Amerika Serikat (AS).

Related Post
Polri, melalui NCB Interpol Indonesia, tak henti-hentinya memburu Evelina dan kerabatnya yang disinyalir bersembunyi di Negeri Paman Sam. Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Untung Widyatmoko, menegaskan bahwa upaya penegakan hukum terus berjalan tanpa henti. Ia menyoroti pola umum para pelaku kejahatan ekonomi yang memiliki kapasitas finansial besar. "Para pelaku tindak pidana ekonomi itu tidak ada yang miskin. Semua kaya, semua bisa menyewa lawyer terbaik. Di situlah mereka selalu mengajukan bail dan menantang kami, agar red notice Interpol digugurkan dengan alasan ini perdata, bukan pidana," ujar Untung usai konferensi pers di Tangerang, Banten, akhir September lalu. Pernyataan ini diperkuat dengan fakta bahwa putra Evelina, Rezanantha Pietruschka, sempat diamankan di California, namun dengan cepat dibebaskan setelah pengajuan jaminan.

Untung menambahkan, Interpol Indonesia secara proaktif berkoordinasi dengan berbagai otoritas AS, mulai dari U.S. Department of Homeland Security, U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE), hingga Federal Bureau of Investigation (FBI). "Jangan kira kami hanya diam saja. Tidak. Kami terus bekerja," tegasnya, menunjukkan keseriusan dalam mengejar para buron.
Di sisi lain, desakan untuk mencari keadilan juga datang dari para korban yang tak kenal lelah. Pada Oktober 2023, salah seorang nasabah Wanaartha Life mengaku terbang langsung ke California setelah lebih dari empat tahun menanti kejelasan. Dalam sebuah rekaman video, nasabah tersebut terlihat mendatangi kawasan perumahan elite di Beverly Hills. Namun, sebelum berhasil memasuki gerbang, mereka dihentikan oleh petugas keamanan. "Yang bicara itu Evelina. Dia menolak saya dan tidak mengizinkan saya masuk," ungkap nasabah tersebut dalam video, menggambarkan betapa sulitnya akses ke buron tersebut.
Berdasarkan data dari Clustrmaps, sebuah situs yang mengklaim menyajikan informasi publik, keluarga Pietruschka disebut-sebut memiliki hunian mewah di Beverly Hills. Jika mengacu pada harga properti di kawasan tersebut berdasarkan marketplace Zillow, nilai aset itu diperkirakan mencapai jutaan dolar AS. Namun, Haluannews.id belum dapat memverifikasi secara independen kebenaran kepemilikan aset tersebut.
Sementara ribuan korban masih menanti kepastian hukum dan pengembalian dana mereka, Evelina F. Pietruschka tetap menjadi representasi ironi pahit dalam salah satu skandal asuransi terbesar di Indonesia. Berstatus buron dan diburu oleh Interpol, ia diduga kuat menikmati kehidupan yang nyaman dan mewah di Amerika Serikat.
Evelina sendiri bukan sosok sembarangan dalam kancah industri asuransi nasional. Berdasarkan informasi dari perusahaan dan organisasi profesi, ia pernah menjabat sebagai Vice Chairman Dewan Asuransi Indonesia (DAI) periode 2001-2002, kemudian naik menjadi Chairman DAI pada 2002-2005. Kariernya berlanjut sebagai Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) selama dua periode, yakni 2005-2011, serta Chairman Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia (FAPI) periode 2007-2008. Di tingkat regional, Evelina juga pernah menduduki posisi Sekretaris Jenderal ASEAN Insurance Council. Ia meraih gelar master dari Pepperdine University, California, Amerika Serikat. Namun, rekam jejak cemerlang itu kini tercoreng oleh keterlibatannya dalam skandal Wanaartha Life yang tak kunjung usai.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar