Heboh! Penjualan Turun, Laba Gudang Garam Malah Meroket 58%

Haluannews Ekonomi – Emiten rokok raksasa PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) berhasil membalikkan keadaan dengan mencatatkan kinerja laba bersih yang impresif sepanjang tahun 2025. Di tengah tantangan penurunan penjualan, perusahaan justru mampu membukukan kenaikan laba bersih signifikan, melonjak 58,7% secara tahunan (yoy).

COLLABMEDIANET

Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang diakses Haluannews.id dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), laba tahun berjalan GGRM pada 2025 mencapai Rp1,55 triliun. Angka ini jauh melampaui perolehan laba pada tahun sebelumnya, 2024, yang tercatat sebesar Rp980,81 miliar.

Heboh! Penjualan Turun, Laba Gudang Garam Malah Meroket 58%
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Peningkatan laba ini menjadi sorotan mengingat perseroan justru mengalami penurunan pendapatan. Tercatat, pendapatan GGRM terkoreksi 9,4% yoy, dari Rp98,64 triliun pada 2024 menjadi Rp89,37 triliun di 2025. Namun, strategi efisiensi yang agresif berhasil menekan beban pokok pendapatan, yang ikut menyusut menjadi Rp80,38 triliun dari sebelumnya Rp89,27 triliun. Meskipun demikian, laba bruto perusahaan sedikit tergerus 4,21% yoy, menjadi Rp8,98 triliun.

Penurunan kinerja pendapatan ini merata di seluruh lini bisnis GGRM. Penjualan sigaret kretek mesin (SKM) anjlok 8,32% menjadi Rp79,41 triliun, sementara sigaret kretek tangan (SKT) mengalami tekanan lebih dalam, merosot 15,28% yoy menjadi Rp7,9 triliun. Baik pasar domestik maupun ekspor, keduanya menghadapi tantangan serupa dengan penurunan volume penjualan.

Kunci utama di balik lonjakan laba bersih GGRM adalah efisiensi masif pada pos beban usaha. Pos ini berhasil dipangkas 13,81% yoy, menjadi Rp6,63 triliun. Perusahaan secara signifikan mengurangi biaya transportasi, pengangkutan, iklan, promosi, dan beban pemasaran lainnya sebesar 39,25%, menyisakan Rp1,44 triliun. Tak hanya itu, GGRM juga melakukan penyesuaian pada kompensasi karyawan, yang berkurang 18,34% menjadi Rp1 triliun, menunjukkan komitmen kuat perseroan dalam mengendalikan pengeluaran.

Dari sisi neraca keuangan, per Desember 2025, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp75,25 triliun, menurun dari Rp84,93 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, liabilitas GGRM berada di angka Rp12,68 triliun dan ekuitas sebesar Rp62,57 triliun, menunjukkan struktur permodalan yang masih solid meskipun ada penyesuaian pada aset.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar