Harga Minyak Meledak! Konflik Israel-Iran Ancam Pasokan Dunia

Harga Minyak Meledak! Konflik Israel-Iran Ancam Pasokan Dunia

Haluannews Ekonomi – Pasar energi global kembali bergejolak hebat. Harga minyak mentah dunia melesat tajam pada awal pekan ini, dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan dari kawasan produsen utama memicu aksi beli spekulatif yang mendorong harga ke level signifikan, mengindikasikan premi risiko yang kian membengkak.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan pantauan Haluannews.id pada Senin (2/3/2026) pukul 10.00 WIB, harga minyak jenis Brent tercatat melonjak ke US$76,43 per barel. Angka ini jauh di atas penutupan Jumat (27/2/2026) yang berada di US$72,48 per barel. Senada, minyak West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan signifikan, mencapai US$70,05 per barel dari sebelumnya US$67,02 per barel. Lonjakan ini mencerminkan respons cepat pasar terhadap dinamika politik yang memanas.

Harga Minyak Meledak! Konflik Israel-Iran Ancam Pasokan Dunia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pemicu utama lonjakan ini adalah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran, yang dikhawatirkan dapat meluas dan mengganggu stabilitas pasokan minyak global. Para pelaku pasar segera mengalkulasi premi risiko yang lebih tinggi, mengingat Timur Tengah adalah jantung produksi minyak dunia. Setiap gejolak di kawasan ini secara langsung berdampak pada ketersediaan dan harga komoditas strategis tersebut, memicu volatilitas yang sulit diprediksi.

Fokus utama kekhawatiran tertuju pada jalur pelayaran krusial, khususnya Selat Hormuz. Selat ini merupakan arteri vital bagi perdagangan minyak internasional, tempat sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk menuju pasar global, terutama Asia. Ancaman terhadap keamanan navigasi di Selat Hormuz dapat memicu krisis pasokan yang serius, mendorong harga melambung lebih tinggi lagi dan berpotensi mengganggu rantai pasok global.

Analisis pasar menunjukkan bahwa harga minyak berpotensi bertahan di level tinggi dalam beberapa hari ke depan, selama situasi geopolitik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Jika gangguan terhadap distribusi minyak benar-benar terjadi, kenaikan harga yang lebih ekstrem tidak dapat dihindari, berpotensi memicu tekanan inflasi di berbagai negara. Namun, apabila ketegangan berhasil diredakan, ada peluang harga akan kembali terkoreksi menuju kisaran US$70 per barel, meredakan kekhawatiran pasar.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar