Hanya Dua Kali? Ekonom Mandiri Ungkap Batas Pemangkasan BI Rate!

Hanya Dua Kali? Ekonom Mandiri Ungkap Batas Pemangkasan BI Rate!

Haluannews Ekonomi – Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, memproyeksikan Bank Indonesia (BI) hanya memiliki ruang yang sangat terbatas untuk menurunkan suku bunga acuannya, BI Rate, pada tahun 2026 ini. Menurutnya, BI maksimal hanya akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali. Pernyataan ini disampaikan Andry dalam acara buka puasa bersama Bank Mandiri di Jakarta, Rabu (25/2/2026), seperti dilansir Haluannews.id.

COLLABMEDIANET

Saat ini, BI mempertahankan BI Rate di level 4,75% sejak Februari 2026, dengan suku bunga deposit facility 3,75% dan lending facility 5,5%. Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian bank sentral dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Hanya Dua Kali? Ekonom Mandiri Ungkap Batas Pemangkasan BI Rate!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Andry menjelaskan, kebijakan moneter BI sangat bergantung pada dinamika ekonomi global yang dinilai belum menunjukkan banyak perubahan signifikan. Ketegangan geopolitik global, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat (AS), masih menjadi sorotan utama dan diprediksi tidak akan mereda dalam waktu dekat.

"Kita lihat bagaimana situasi geopolitik Amerika Serikat dengan Iran, Venezuela dan berbagai negara lainnya yang dianggap musuh oleh Donald Trump. Dan kalau teman-teman tanya sampai kapan sih situasi ini akan mereda, saya rasa tidak akan mereda," ujar Andry, dikutip Haluannews.id.

Selain itu, tahun ini juga akan diwarnai drama politik di Negeri Paman Sam dengan adanya pemilihan umum. Kompetisi sengit antara AS dan Tiongkok di sektor teknologi dan sumber daya mineral juga diprediksi akan terus berlanjut, mengingat AS masih merasa tertinggal dalam beberapa aspek krusial.

Fenomena-fenomena tersebut, menurut Andry, akan berujung pada perlambatan ekonomi global sepanjang tahun ini. Kondisi ekonomi yang cenderung melandai ini turut mempengaruhi arah kebijakan bank sentral AS, The Fed, dalam menetapkan suku bunga acuannya, Fed Fund Rate (FFR).

"Kalau kita lihat arah FFR itu sendiri, kalau di guidance-nya itu memang diperkirakan akan turun satu kali," sebut Andry. Ia menambahkan bahwa hal ini berbeda dengan fenomena tahun-tahun sebelumnya di mana bank sentral sejumlah negara cenderung lebih agresif menetapkan suku bunga.

Meskipun pasar memprediksikan pemangkasan suku bunga The Fed akan terjadi dua kali, Andry menegaskan bahwa berdasarkan panduan resmi The Fed, pemangkasan baru diperkirakan satu kali. "Walaupun market itu memprediksikan pemangkasan suku bunga The Fed itu akan 2 kali tapi guidance-nya baru 1 kali," tegasnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar