Lonjakan ini tidak hanya tercermin dari persentase, namun juga volume emas yang dibiayai, yang menembus angka 1.400 gram, naik lebih dari 35% dari akhir tahun sebelumnya. Capaian gemilang Flexi Gold ini turut mengerek performa pembiayaan konsumer BMS secara keseluruhan, yang pada Maret 2026 telah tumbuh lebih dari 20% secara tahunan (year-on-year).

Related Post
Peluncuran Flexi Gold merupakan langkah strategis Bank Mega Syariah dalam memperkaya portofolio produk konsumernya sekaligus menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Benadicto Alvonzo Ferary, Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, menjelaskan bahwa produk ini dirancang sebagai solusi kepemilikan emas berbasis syariah.

"Flexi Gold memberikan kemudahan bagi nasabah untuk berinvestasi secara lebih terencana dan bertahap. Dengan skema yang transparan dan sesuai prinsip syariah, kami berharap produk ini dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mengakses instrumen investasi yang aman dan memiliki nilai jangka panjang," ujar Benadicto, seperti dikutip Haluannews.id pada Senin (6/4/2026).
Produk ini mengadopsi akad Murabahah dan Rahn, menjamin kepatuhan terhadap prinsip syariah. Nasabah dapat memilih agunan emas logam mulia dengan variasi berat mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, hingga 100 gram. Tak hanya itu, BMS juga memberikan nilai tambah berupa gratis biaya cetak fisik, pengiriman, dan asuransi pengiriman, menjadikan proses kepemilikan emas lebih efisien, aman, dan bebas khawatir.
Di tengah gejolak pasar komoditas global, harga emas menunjukkan tren fluktuatif yang menjadi perhatian serius para investor. Emas, yang dikenal sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) dan investasi jangka panjang, tetap diminati. Menanggapi dinamika ini, Benadicto melihat peluang bagi nasabah untuk mengoptimalkan momentum koreksi harga melalui strategi ‘buy the dip’ atau membeli aset saat harganya cenderung menurun.
Benadicto menegaskan pentingnya perspektif jangka panjang dalam berinvestasi emas. "Masyarakat harus memahami bahwa investasi emas bukan sekadar mengejar keuntungan sesaat, melainkan tentang potensi apresiasi nilai dalam kurun waktu yang lebih panjang. Strategi ‘buy the dip’ bisa menjadi pendekatan cerdas untuk memanfaatkan volatilitas harga, terutama bagi mereka yang memiliki target keuangan jangka panjang seperti persiapan ibadah haji, pendidikan anak, atau penguatan portofolio investasi," pungkasnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar